<
28 November 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Komite Obat EMA Rekomendasikan Obat Diabetes Baru

2 min read
Salah satu komite di EMA (BPOM di Eropa merekomendasikan untuk memberikan izin pemasaran kepada merk obat Rybelsus (semaglutide) untuk dijual di Uni Eropa.
Diabetes dan serangan jantung mengenai anak muda

Diabetes dan serangan jantung mengenai anak muda (Foto: insidephilantropy.com)

AriesKelanaCom – Komite obat untuk manusia European Medicines Agency – semacam BPOM di Eropa (CHMP) telah merekomendasikan untuk memberikan izin pemasaran kepada merk obat Rybelsus (semaglutide) untuk dijual di Uni Eropa (UE).

Seperti dalam rilisnya (31/1) obat bermerk Rybelsus ini digunakan sebagai obat diabetes tipe -2 orang dewasa. Diabetes tipe 2 adalah tipe diabetes dimana pankreas tidak membuat insulin yang cukup untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Diabetes tipe ini disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat – seperti karena stres, kurang olahraga, merokok – dan menguasai jumlah penderita diabetes daripada tipe lain. Ada kemungkinan terjadi komplikasi seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi kaki, kehilangan penglihatan dan kerusakan saraf.

Semaglutide adalah pengobatan agonis reseptor seperti glukagon (GLP-1) pertama – kelas obat-obatan non-insulin untuk orang dengan diabetes tipe 2 – dikembangkan usebagai obat oral, memberikan pasien dengan pilihan lain untuk mengobati penyakit tanpa suntikan.

Zat aktif dalam Rybelsus, semaglutide, bekerja dengan cara yang sama dengan hormon incretin GLP-1. Yaitu mengurangi glukosa darah dengan cara merangsang sekresi insulin pankreas dan menurunkan sekresi glukagon.

Glukagon adalah hormon yang berfungsi meningkatkan konsentrasi gula darah) ketika gula darah tinggi.

CHMP memberikan rekomendasi itu lantaran sudah mempelahari delapan uji klinis yang mencakup pasien pada berbagai tahap penyakit. Dalam tiga penelitian ini, Rybelsus dibandingkan dengan plasebo.

Efek samping yang paling umum diamati selama uji klinis adalah mual dan diare. Hipoglikemia dapat terjadi ketika digunakan dalam kombinasi dengan insulin atau sulphonylurea.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: