<
27 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Virus Corona Mulai Merontokkan Ekonomi

3 min read
Sejumlah negara mengambil langkah pencegahan terhadap merebaknya virus Corona, sejumlah pelancong yang baru bepergian dari Cina dibatasi dan dikarantina.
Warga Cina memakai masker

Warga Cina memakai masker

AriesKelanaCom – Untuk mencegah penyebaran virus Corona yang makin meluas, sejumlah pemerintah membatasi penerbangan dari dan ke Cina. Mereka bahkan membatasinya masuknya pelancong dari negeri Panda itu.

Salah satunya yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat. Jumat (31/1), Presiden AS Donald Trump memerintahkan stafnya untuk melarang masuknya sebagian besar warga negara asing yang baru-baru ini mengunjungi Cina dan mengarantinakan beberapa pelancong Amerika di bawah karantina.

Itu dilakukan setelah Washington mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang langka.

Pembatasan lain yang dlakukan juga terjadi di penerbangan. Perusahaan penerbangan AS juga American Airlines, Delta Air Lines dan United Airlines bahwa mereka akan menangguhkan layanan udara antara Amerika Serikat dan China selama beberapa bulan.

Pembatasan perjalanan pemerintah, seperti dikutip situs New York Times, akan berlaku mulai Minggu malam (2/2). Adalah Alex Azar, Sekretaris Layanan Lesehatan dan Manusia, AS. “Coronavirus menimbulkan keadaan darurat kesehatan masyarakat di Amerika Serikat,” ujarnya.

Pembatasan terhadap warganegara asing yang baru saja berkunjung ke Cina akan berlangsung selama 14 hari terhitung dari kedatangannya dari Cina. Namun, pembatasan itu dikecualikan bagi anggota keluarga langsung warga negara AS dan penduduk tetap.

Menurut data federal, hampir tiga juta penduduk Cina melakukan perjalanan ke Amerika Serikat pada tahun 2018.

Pembatasan dan pelarangan ini tentu saja mempengaruhi perekonomian, tidak hanya bagi Cina sebagai tempat awal munculnya wabah virus Corona, tetapi juga berdampak di negeri Paman Sam. Akan terjadi guncangan melalui pasar saham dan industri yang mengantungkan aliran barang dan orang dari Cina dan AS.

Misalnya pembatalan pengiriman barang yang luas ke Cina, seperti dari Apple hingga John Deere, perusahaan traktor.

S&P 500 menderita kerugian terburuk sejak Oktober tahun lalu, jatuh 1,8%, karena penyebaran virus Corona. Langkah pemerintah dan sejumlah perusahaan membatasi alur pasokan barang dan penerbangan bakal menimbulkan kekawatiran akan terjadi perlambatan ekonomi.

Dampaknya tak cuma dirasakan AS. Virus Corona juga telah menginfeksi 100 orang yang tersebar di 21 negara. Termasuk tujuh kasus yang dilaporkan di Amerika Serikat. Rusia, Italia, dan Inggris masing-masing melaporkan infeksi pertama mereka pada hari Jumat, dua dari masing-masing negara.

Empat pasien di Italia dan Rusia adalah warga negara Tiongkok, kata pihak berwenang di sana; Inggris tidak merilis rincian apa pun.

Di Cina, mewabahnya virus ini telah membengkaknya biaya perekonomian sebesar US$60 miliar atau setara sekitar Rp 816 triliun (1 US$=Rp13.600). Sejumlah pengusaha juga bakal terdampak akibat virus Corona. Indeks Hang Seng (HSI), Hong Kong, anjlok hampir 6% hanya dalam beberapa hari perdagangan.

Apalagi jumlah korban terus bertambah. Per Sabtu (1/2), jumlah korban meninggal mencapai 259 orang. Sedangkan jumlah yang terkonfirmasi positif menjadi hampir 12.000, dari 1.300 seminggu sebelumnya.

Toh begitu, sejumlah analis yakin pemerintah Beijing bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Perdana Menteri Cina, Le Keqiang menjamin para penduduknya. “Virus Corona di bawah kontrol kami, dan pemberantasan virus menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya seperti dikutip People Daily.

Untuk mendukung langkah pemerintah, pemerintah pusat dan daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar US$12,6 miliar untuk menyediakan peralatan medis dan perawatan bagi pasien yang terinfeksi.

Sementara itu, Bank of Chna memberikan kemudahan kepada penduduk Wuhan, Hubei untuk menunda pembayaran pinjaman selama beberapa bulan, akibat mereka tidak mendapatkan penghasilan akibat kasus Corona.

Sedangkan Bank Central Cina mengklaim bahwa pihaknya masih memiliki likuiditas yang cukup untuk mengatasi bencana tersebut.

Direncanakan, menurut situs CNN, Senin minggu depan perbankan siap buka kembali setelah liburan Tahun Baru Imlek 10 hari. indeks Hang Seng (HSI) anjlok hampir 6% hanya dalam beberapa hari perdagangan. (aries kelana)

%d blogger menyukai ini: