<
28 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Gerakan Yang Dicanangkan PDPI-CISC

2 min read
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia- Cancer Information and Support Center mencanangkan Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru.

AriesKelanaCom – Bertambahnya jumlah kasus kanker paru di dunia dan Indonesia membuat keprihatinan. Maka Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) bekerjasama dengan Cancer Information and Support Center (CISC Paru/CISC For Lung), mencanangkan Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru (IPKP).

Gerakan ini hadir sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat  serta semua pihak terkait terhadap pentingnya promotif, preventif/pencegahan, deteksi dini, serta diagnosa dan pengobatan kanker paru sesuai pedoman penatalaksanaannya mengingat kanker paru adalah kanker paling mematikan nomor satu yang telah membunuh hampir 1,7 juta orang setiap tahunnya.

Data dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebutkan bahwa insiden tertinggi di Indonesia adalah pada laki-laki dan 11,2% diantaranya adalah perempuan.

Bahkan, angka kunjungan pasien kanker paru pada pusat rujukan respirasi nasional meningkat hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu.

Bagi pasien dibalik angka ini merupakan perjalanan hidup yang berliku yang harus dilalui tidak saja dengan kesakitan fisik tetapi juga menghadapi beban psikososial dan ekonomi yang dirasakan berdampak pada keluarga bahkan ekonomi negara.

Dalam rilisnya (11/2), Aryanthi Baramuli Putri selaku Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC), mengatakan bahwa masyarakat sangat membutuhkan informasi tentang kanker khususnya kanker paru seperti faktor resiko, gejala serta diagnosa dan metode pengobatan yang sesuai dengan pedoman penatalaksanaannya mengingat masih tingginya stigma dan mitos tentang kanker paru.

“Hal ini mendorong kami sebagai wadah pasien / penyintas kanker untuk bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mencanangkan gerakan nasional Indonesia Peduli Kanker Paru,” ujar Aryanti kepada wartawan.

Ke depan, IPKP akan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyelenggarakan upaya penanggulangan kanker paru.

“Dan dengan adanya gerakan nasional ini diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dan memberikan dukungannya dan suara aktif dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker paru di Indonesia,” sambung Aryanti.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengungkapkan bahwa lebih dari 80% pasien kanker paru datang setelah stadium lanjut atau stadium IV.

“Sehingga dibutuhkan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat luas terkait deteksi dini dan pengobatan kanker paru,” sambung Agus.

%d blogger menyukai ini: