<
30 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ingin Atasi Perlemakan Hati? Coba Minum Teh Hijau

2 min read
studi terbaru menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau dan olahraga mengurangi keparahan perlemakan hati hingga 75%. Itu dari percobaan pada tikus.
Teh hijau

Teh hijau

AriesKelanaCom – Jangan anggap remeh perlemakan hati. Jika dibiarkan akan bertambah parah dan berisiko terjadi sirosis hati yang bisa mengarah pada kanker hati.

Untuk mengatasi perlemakan hati, memang tak gampang. Merokok, minum minuman beralkohol bisa menyebabkan itu, sehingga penanganannya juga harus dibarengi mengurangi beberapa faktor risiko tersebut.

Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau dan olahraga mengurangi keparahan perlemakan hati hingga 75%. Itu dari percobaan pada tikus. Tikus yang diberikan diet tinggi lemak, lalu diberikan teh hijau dan olahraga, berkurang perlemakan hatinya.

Dalam studi tersebut, tikus yang diberi diet tinggi lemak selama 16 minggu yang mengonsumsi ekstrak teh hijau dan berolahraga secara teratur dengan menggunakan roda ditemukan memiliki hanya seperempat dari simpanan lemak dalam hati mereka dibandingkan dengan yang terlihat pada hati suatu tikus. kelompok kontrol tikus.

Tikus yang diobati dengan ekstrak teh hijau saja atau berolahraga sendiri memiliki sekitar setengah lebih banyak lemak dalam hati mereka sebagai kelompok kontrol.

“Dengan memeriksa hati tikus-tikus ini setelah penelitian berakhir dan dengan menyaring kotoran mereka selama penelitian, kami melihat bahwa tikus yang mengonsumsi ekstrak teh hijau dan berolahraga sebenarnya memproses nutrisi secara berbeda – tubuh mereka menangani makanan secara berbeda,” kata Profesor Joshua Lambert, ketua tim peneliti, dari Pennylvania State University, Amerika Serikat.

“Kami pikir polifenol dalam teh hijau berinteraksi dengan enzim pencernaan yang disekresikan di usus kecil dan sebagian menghambat pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein dalam makanan,” tambahnya.

“Jadi, jika seekor tikus tidak mencerna lemak dalam makanannya, lemak itu dan kalori yang terkait dengannya melewati sistem pencernaan tikus, dan sejumlah tertentu akhirnya keluar dalam kotorannya.”

Menurut studi ilmuwan itu, penyakit hati berlemak terkait obesitas hingga 75% pada tikus yang diberi diet tinggi lemak, menurut para peneliti Penn State, yang penelitiannya baru-baru ini mungkin menunjukkan strategi kesehatan potensial bagi orang-orang.

Menurut Joshua Lambert, penyakit hati berlemak diperkirakan menimpa lebih dari 100 juta orang pada tahun 2030. Dan saat ini tidak ada terapi yang mumpuni untuk penyakit ini.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: