<
30 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Perjuangan Helen Melawan Dua Jenis Kanker

2 min read
Setelah terkena kanker payudara, beberapa tahun kemudian terkena kanker ovarium. Payudara dan ovarium diangkat. Helen berjuang untuk dirinya dan anaknya.

AriesKelanaCom – “Helen, aku sangat menyesal memberitahumu bahwa kamu menderita kanker ovarium stadium 4.” Saya tidak akan pernah lupa mendengar kata-kata itu.

Itulah kata-kata yang diusampaikan ke Helen. Warga Amerika Serikat itu kaget ketika dokter memberitahukan ia terkena kanker ovarium. Waktu itu ia berusia 48 tahun. Vonis kanker itu sampai ke telinganya dua tahun berselang setelah ia melahirkan anak perempuan.

Sebelumnya, ia sudah divonis terkena kanker payudara pada 1972. Seperti dilansir situs Medical News Today, belum lama ini. Kala itu ibu tiga anak ini sudah menjalani pengangkatan payudara ssecara radikal (mastektomi).

“Saya ukannya merawat anak-anak aktif saya, (tapi) saya sekarang perlu fokus pada kesehatan dan kesejahteraan saya,” ujarnya.

Diagnosa kanker indung telur memang di luar perkiraan. Ketika perutnya merasa kembung, Helen mengira ia terkena penyakit gastritis atau maag. Sehingga ia membiarkannya.

Namun, perut kembung terus berlanjut, terutama setelah makan, dan saya mulai merasakan tekanan di perut bagian bawah. “Saya memutuskan sudah waktunya untuk menghubungi dokter keluarga,” ucap Helen.

Hasil pemeriksaan dokter dengan berbagai sinar-X, USG, dan MRI tidak menunjukkan apa-apa. Namun, 2 tahun kemudian, di dalam perutnya ada sesuatu yang menonjol.

“Saya merasakan tekanan yang mengerikan, jadi saya meminta dokter saya untuk tes lagi,” ujar Helen.

Kali ini CT scan yang memindai kesehatan Helen. CT scan menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres, dan ada kanker ovarium di bagian bawah perutnya.

Operasi itu berlangsung berjam-jam dan diikuti dengan kemoterapi. Kemoterapi berlangsung 7 jam sehari, dan efek samping saya bertahan lebih lama.

“Saya ditawari obat Cisplatin, anthramycin, dan Cytoxan sebagai pertahanan terbaik saya,” ujarnya.

ia bersyukur paling tidak ia masih bertahan hidup hingga sekarang.

%d blogger menyukai ini: