<
30 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Yang Dilakukan Miss Universe 2015 Selama di Indonesia

2 min read
Miss Universe 2015 Pia Wurtzbach, UNAIDS Goodwill Ambassador for Asia and the Pacific dalam kunjungannya ke Indonesia. Lakukan tes HIV.
Miss Universe 2015 Pia Urbach jadi Duta UNAIDS

Miss Universe 2015 Pia Urbach jadi Duta UNAIDS

AriesKelanaCom – Mengajak orang untuk berani melakukan tes HIV (human immunodeficiency virus) masih menjadi hal yang tidak mudah di Indonesia. Banyak orang, terutama perempuan, yang masih takut untuk melakukan tes HIV karena asosiasinya yang kuat dengan stigma tertentu.

Promosi tes HIV sebagai bagian dari pengecekan kesehatan rutin bagi perempuan dan ibu hamil perlu terus dilakukan untuk mengurangi stigma tersebut.

Inilah misi yang dibawa oleh Miss Universe 2015 Pia Wurtzbach selaku UNAIDS (United Nations Acquire Immune Deficiency Syndrome) Goodwill Ambassador for Asia and the Pacific dalam kunjungannya ke Indonesia.

Pada Konferensi Pers yang digelar di RS St. Carolus Jakarta, Pia Wurtzbach menjelaskan, masih banyak stigma negatif yang melekat pada tes HIV. Padahal, dengan mengetahui status HIV, berarti kita peduli terhadap kesehatan kita dan orang-orang di sekitar kita.

“Kepada semua perempuan Indonesia, ayo beranikan diri untuk tes HIV!” tegas Pia dalam rilisnya (7/3).

Sebagai duta isu HIV/AIDS untuk Asia Pasifik, Pia sudah beberapa kali terlibat dalam kunjungan dan kampanye untuk mempromosikan tes dan pengobatan HIV, termasuk di Thailand dan di negara asalnya, Filipina.

Pada kesempatan yang sama, aktris Atiqah Hasiholan selaku UNAIDS National Goodwill Ambassador for Indonesia juga mengambil tantangan untuk melakukan tes HIV di depan media.

Setelah diambil darahnya oleh dokter, Atiqah mengaku sudah sekali melakukan tes HIV sejak sebelum menikah.

“Sekarang adalah yang kedua kalinya. Testimoni saya soal tes HIV masih sama: sangat mudah, gratis, dan tidak sakit sama sekali,” ujar Atiqah.

Kalau saya dan Pia bisa, saya percaya para perempuan di Indonesia juga bisa melakukannya.”

Perempuan tmemiliki kerentanan yang lebih besar terhadap HIV. Dalam proyeksi Asian Epidemic Model (AEM), sebanyak 215.979 perempuan Indonesia yang tergolong berisiko rendah diestimasikan hidup dengan HIV.

Perempuan juga seringkali mengalami kendala untuk memeriksakan kesehatan seksual dan mengakses pengobatan HIV karena tidak mendapat persetujuan dari pasangannya.

Nah, promosi yang dilakukan oleh para UNAIDS Goodwill Ambassador berusaha untuk mengajak para perempuan khususnya ibu hamil untuk mengetahui statusnya secara lebih dini.

Ketika seseorang mengetahui status HIV secara lebih dini, ia dapat segera meminum obat antiretroviral (ARV). Melalui pengobatan ARV yang konsisten, perempuan yang hidup dengan HIV dapat hidup sehat, menikah, merencanakan kehamilan, serta mencegah penularan HIV kepada anak. Jadi, HIV bukan lagi sebuah death sentence,” tambah Pia.

Berita Terkait

%d blogger menyukai ini: