<
21 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Risikonya Jika Mencampur Karbohidrat Dengan Pemanis Buatan

2 min read
Orang yang mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi dan pemanis buatan bisa mempengaruhi sensitivitas insulin. Dampaknya bisa kena diabetes.

Foto: foodinsight.org

AriesKelanaCom – Banyak orang tak sadar dengan memakan makanan berkabohidrat tinggi, kemudian meminum minuman yang mengandung pemanis buatan.

Padahal itu berbahaya. Berdasarkan studi yang digarap periset Unievrsitas Yale, New Haven, Amerika Serikat (AS), campuran dua jenis makanan tersebut bisa mengurangi sensitivitas insulin.

Akibatnya, seperti dilansir situs Medicla News Today (6/3/2020), bila terjadi kelebihan karbohidrat atau gula darah, insulin tidak meresponnya dengan baik, sehingga akan terjadi penumpukan kadar gula darah dalam tubuh.

Dalam sebuah makalah studi yang diterbitkan dalam Cell Metabolism, para peneliti menunjukkan bahwa kombinasi pemanis buatan dan karbohidrat tampaknya menyebabkan sensitivitas insulin yang lebih buruk pada orang dewasa yang sehat.

“Ketika kami mulai melakukan penelitian ini, pertanyaan yang mendorong kami adalah apakah konsumsi pemanis buatan yang berulang atau tidak akan mengarah pada penurunan kemampuan prediksi rasa manis,” jelas ketua tim riset, Prof. Dana Small.

Para periset merekrut 45 orang dewasa sehat berusia 20–45 tahun, yang biasanya tidak mengonsumsi pemanis berkalori rendah.

Para peneliti tidak meminta peserta untuk melakukan perubahan pada diet mereka yang biasa, selain minum tujuh minuman rasa buah di laboratorium. Minuman tersebut mengandung pemanis buatan sucralose atau gula meja biasa.

Beberapa peserta – yang seharusnya membentuk kelompok kontrol – memiliki minuman pemanis sukralisa yang juga mengandung maltodekstrin, yang tak lain karbohidrat.

Para peneliti menggunakan maltodekstrin sehingga mereka dapat mengontrol jumlah kalori dalam gula tanpa membuat minuman lebih manis.

Uji coba ini berlangsung selama 2 minggu. Para periset melakukan tes tambahan – termasuk pemindaian MRI fungsional – pada peserta sebelum, selama, dan setelah uji coba.

Para peneliti menemukan hasil yang mengejutkan. Para peserta yang telah mencerna sukralosa dan maltodextrin bersama-samamengubah respon otak terhadap rasa manis. Ini merubah sensitivitas insulin dan metabolisme glukosa (gula).

Untuk memverifikasi validitas temuan ini, para peneliti meminta kelompok peserta lain untuk mengonsumsi minuman yang mengandung baik sukralosa saja atau maltodekstrin saja selama 7 hari berikutnya.

Tim menemukan bahwa baik pemanis sendiri, maupun karbohidrat sendiri tampaknya tidak mengganggu sensitivitas rasa manis atau sensitivitas insulin.

%d blogger menyukai ini: