<
21 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Obat Radang Pankreas Bisa Menghambat Infeksi COVID-19

2 min read
Penelit Jerman menemukan cara untuk menghambat COVID-19 menginfeksi sel manusia. Yaitu menghambat protein yang membantu virus masuk ke sel.
Virus Corona yang bikin heboh

AriesKelanaCom – Melonjaknya kasus COVID yang menembus angka di atas 100.000 orang dan 5.000 orang meninggal dunia mendorong para peneliti mengembangkan berbagai cara mencegah COVID-19.

Sebagian menunjukkan hasil. Para peneliti menunjukkan bahwa antibodi yang dapat menetralkan virus yang menyebabkan COVID dalam studi laboratorium.

Mereka juga menggunakan obat yang disetujui untuk mengurangi masuknya virus ke dalam sel.

SARS-CoV-2 – dikenal dengan COVID-19 – memiliki kemiripan yang kuat dengan virus lain dalam keluarga coronavirus, khususnya yang menyebabkan SARS dan MERS.

COVID-19 adalah jenis virus RNA yang diselimuti. Ini berarti bahwa materi genetiknya dikodekan dalam molekul RNA untai tunggal yang dikelilingi oleh membran sel yang diambil dari sel yang terakhir terinfeksi.

Ketika virus yang diselimuti menginfeksi sel, mereka melakukan dua tahap. Langkah pertama melibatkan membuat koneksi dengan reseptor pada permukaan sel target. Yang kedua adalah fusi dengan membran sel, baik di permukaan sel atau di lokasi internal.

Dalam kasus coronavirus, langkah pertama mengharuskan protein spesifik dalam amplop virus, yang disebut protein spike (S), menjalani modifikasi biokimia. Langkah ini disebut priming protein S.

Enzim yang bertanggung jawab untuk priming protein S ini yang menjadi target terapi potensial karena menghambat mekanisme virus corona sehingga mencegah virus memasuki sel.

“Mengungkap faktor seluler mana yang digunakan oleh SARS-CoV-2 untuk masuk mungkin memberikan wawasan tentang penularan virus dan mengungkapkan target terapi,” tulis Profesor Stefan Pöhlmann, ahli infeksi di Georg-August-University dan Kepala Unit Infeksi BiologiUnit the German Primate Center, Göttingen, Jerman.

Dalam Jurnal Cell, Pöhlmann dan koleganya menunjukkan bukti bahwa protein SARS-CoV-2 S berikatan dengan reseptor yang sama dengan protein virus S SARS. Reseptor ini disebut angiotensin-converting enzyme 2 atau ACE2.

Bahkan, sebuah makalah sebelumnya dalam jurnal Nature sudah ada bukti peranan ACE2 sebagai reseptor yang memungkinkan SARS-CoV-2 untuk menginfeksi sel.

Selain memberikan bukti lebih lanjut tentang peran ACE2, Pöhlmann dan tim juga melihat bahwa, seperti SARS-CoV, menggunakan enzim yang disebut TMPRSS2 untuk priming protein S.

Dari situ bisa dicari obat mana yang bekerja menghambat proses itu. Ia menunjukkan obat camostat mesylate bisa penghambat TMPRSS2, sehingga bisa menghambat infeksi sel paru-paru paru yang disebabkan oleh COVID-19. Camostat mesylate adalah obat radang pankreas.

Mereka menemukan bahwa antibodi terhadap protein COVID mengurangi kemampuan virus menginfeksi sel manusia. Mereka juga melihat hasil serupa dengan antibodi terhadap protein S yang dibuat pada kelinci.

“Hasil kami menunjukkan bahwa menetralkan respon antibodi yang ditimbulkan terhadap SARS-S dapat menawarkan perlindungan terhadap infeksi SARS-CoV-2, yang mungkin memiliki implikasi untuk pengendalian wabah,” tim menulis dalam makalah tersebut.

%d blogger menyukai ini: