<
4 Desember 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Hati-hati Gunakan Pencuci Tangan Untuk Cegah COVID-19

2 min read
Sjumlah dokter mencuci tangan dengan benar dan sering, serta menggunakan disinfektan. Tapi tak semua kulit bisa menerimanya. Ini saran dari dokter kulit.

AriesKelanaCom – Jumlah kasus COVID-19 terus bertambah dan menembus angka 150.000 kasus dan kematian mendekati 5.000 orang. Nah, untuk membendung gelombang COVID-19, sejumlah dokter dan organisasi kesehatan baik dalam negeri maupun internasional adalah mencuci tangan dengan benar dan sering, serta menggunakan disinfektan.

Namun, tidak semua kulit bisa mentolerir bahan kimia yang terkandung dalam disinfektan. Kemudian keseringan mencuci tangan secara teratur justru dapat memperburuk kondisi kulit, seperti eksim atau psoriasis.

Menurut Zainab Laftah, ahli penyakit kulit pada British Skin Foundation, kulit mencuci tangan dengan kulit yang kering, seperti aksime dan psoriasis dapat merusak kulit dan sakit di tangan. Orang yang sehat bisa mengalami pengeringan kulit dan pecah-pecah.

Penggunaan berulang pembersih tangan dan cuci tangan dapat menghilangkan protein dalam epidermis (lapisan kulit atas), yang mengarah pada kompromi penghalang kulit dan, oleh karena itu, risiko infeksi.

“Selain itu, sabun dapat menimbulkan dermatitis tangan iritan, yang muncul sebagai kulit merah kering, bersisik, gatal, terutama di ruang jari dan pada buku-buku jari,” ujarnya dalam sitis Medical News Today (15/3/2020).

Untuk menghindari hal ini, Laftah merekomendasikan penggunaan pelembab biasa.

“Dapat mengambil manfaat dari mencuci tangan dengan pelembab yang mengandung bahan antibakteri, misalnya, chlorhexidine atau benzalkonium chloride,” kata Laftah.

Namun, ia mencatat bahwa sebuah penelitian baru-baru ini melaporkan bahwa pembersih tangan yang mengandung bahan-bahan biocidal ini kurang efektif dibandingkan dengan gel tangan berbasis alkohol dalam memberantas virus corona.

Selain melembabkan, penting juga untuk mengeringkan tangan secara menyeluruh. Ini penting karena dua alasan: pertama, kuman dipindahkan dengan lebih mudah di antara tangan yang basah.

Kedua, “Air itu sendiri memiliki efek pengeringan pada kulit dengan mengurangi minyak alami kulit ketika menguap, sehingga merusak penghalang kulit,” imbuh Laftah.

Ia mengatakan bahwa pelembab yang dapat bertindak sebagai pengganti sabun dan kurang mengeringkan tangan. Oleh karena itu, mereka yang memiliki kulit yang pecah-pecah mungkin merasa ini lebih menenangkan.

Dr. Adil Sheraz, dermatolog pada British Skin Foundation, menambahkan bahwa jika pasien psoriasis dan eksim ingin menggunakan alkohol atau gel pembersih, maka setelah itu dianjurkan untuk mengoleskan emolien segera setelahnya untuk meminimalkan iritasi kulit.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: