<
31 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Bukan O Tapi Golongan Darah A yang Rentan Terkena COVID-19

2 min read
ilmuwan dari Universitas Sains dan Teknologi Selatan, di Shenzhen, Cina menunjukkan bahwa golongan darah A yang paling berisiko terinfeksi virus Corona.
Setetes darah Bisa deteksi kanker

Setetes darah Bisa deteksi kanker (Foto: verywellmind.com)

AriesKelanaCom – Selama ini golongan darah 0 yang diklaim rentan terkena COVID-19, kemudian disusul golongan darah A.

Namun studi pendahuluan yang dikerjakan ilmuwan dari Universitas Sains dan Teknologi Selatan, di Shenzhen, Cina – bekerja sama dengan rekan-rekan dari lembaga Cina lainnya – justru menunjukkan bahwa golongan darah A yang paling berisiko terinfeksi virus Corona.

Itu setelah mereka melakukan riset yang menilai hubungan potensial antara golongan darah dan rawat inap karena infeksi SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Dalam situs Medical News Today (20/3/2020), perirset mengamati distribusi golongan darah di antara 2.173 orang dengan COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Penderita tersebut dirawat di salah satu dari tiga rumah sakit di Wuhan, Cina, atau Shenzhen.

Tim kemudian membandingkan distribusi golongan darah pasien dengan distribusi kelompok yang mewakili populasi umum – berjumlah 3.694 orang – di Wuhan.

Para ilmuwan lalu menemukan bahwa proporsi orang dengan golongan darah A secara signifikan lebih tinggi di antara kelompok yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 dibandingkan di antara populasi umum.

Mereka juga menemukan bahwa proporsi orang dengan golongan darah O secara signifikan lebih rendah di antara kelompok dengan COVID-19 dibandingkan di antara populasi umum.

“Orang dengan golongan darah A memiliki risiko yang secara signifikan lebih tinggi untuk mendapatkan COVID-19, dibandingkan dengan kelompok darah non-A, sedangkan golongan darah O memiliki risiko yang jauh lebih rendah. untuk infeksi, dibandingkan dengan golongan darah non-O,” ujar ketua tim peneliti Jiao Zhao.

Tapi Zhao menjelaskan bawah riset ini hanya menyasar pada pasien COVID-19 yang cukup parah dan dirawat di rumah sakit. Jadi tidak menjelaskan risiko penularannya.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: