<
30 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Alasannya, Pemerintah Mengimpor Avigan Untuk Atasi COVID-19

2 min read
Menurut periset Cina, obat favipiravir obat anti-flu Jepang (nama merek Avigan) yang dinilai efektif terhadap SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.
Manfaat vitamin K

Manfaat vitamin K

AriesKelanaCom – Baru-baru ini, banyak pemerintah, termasuk Indonesia, memutuskan mengimpor obat favipiravir obat anti-flu Jepang (nama merek Avigan) yang dinilai efektif terhadap SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

Ini karena pejabat Cina mengumumkan dalam konferensi pers bahwa obat itu dapat secara efektif mengobati virus ini.

Sejak itu, hasil dari salah satu dari dua uji klinis yang dikutip para pejabat Cina telah tersedia.

Dalam situs Medical News Today (27/3/2020), Qingxian Cai, dari Pusat Penelitian Klinis Nasional untuk Penyakit Menular di Rumah Sakit (RS) Shenzhen, Cina, membuktikannya lewat artikelnya yang dimuat di Jurnal Engineering.

Ia bersama tim periset lainnya mengujicoba pada semua pasien COVID-19 yang dirawat di RS tersebut. umah Sakit Orang Ketiga Shenzhen.

Pada hari pertama 35 pasien positif COVID-19 diberikan secara acak 1.600 miligram (mg) favipiravir dua kali ( dalam dua dosis terpisah), ditambah interferon inhalasi.

Pada hari kedua dan seterusnya, kelompok ini mengurangi dosis mereka menjadi 600 mg dua kali sehari, dan mereka terus menggunakan interferon inhalasi.

Sementara itu, kelompok kontrol terdiri dari 45 pasien yang dirawat di minggu terakhir bulan Januari. Mereka mengonsumsi obat HIV lopinavir / ritonavir selama 14 hari dengan dosis 400 mg, kemudian 100 mg, dua kali sehari, ditambah interferon yang dihirup.

Hasilnya, pengonsumsi favipiravir terbebas dari virus Corona dalam rata-rata 4 hari. Sedangkan kelompok kontrol butuh 11 hari.

“(Kelompok favipiravir) menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pencitraan dada dibandingkan dengan kelompok kontrol, dengan tingkat peningkatan 91,43% dibandingkan 62,22%,ā€ lapor para peneliti.

Menurut Cai, berdasarkan perhitungan statistik, favipiravir secara independen terkait dengan pembersihan virus yang lebih cepat. Selain itu, lebih sedikit reaksi merugikan yang ditemukan pada [kelompok favipiravir] daripada pada kelompok kontrol.

ā€œDalam studi kontrol non-acak label terbuka ini, [favipiravir] menunjukkan efek pengobatan yang jauh lebih baik pada COVID-19 dalam hal perkembangan penyakit dan pembersihan virus,ā€ bunyi kesimpulan tim peneliti.

%d blogger menyukai ini: