<
4 Desember 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Jawabannya Mengapa Obat Kanker Kerap Tak Efektif

2 min read
Senyawa pohon cemara bisa basmi kanker

sel kanker (Dok: promocell.com)

AriesKelanaCom – Banyak pengobatan kanker telah dikembangkan, tapi tak sedikit yang gagal menyembuhkan penyakit ganas itu. Toh, para peneliti terus tertantang mencari tahu mengapa bisa begitu, supaya nantinya bisa dibikin obat yang lebih cespleng.

Nah, para periset di University of California, Irvine, Amerika Serikat (AS) telah menemukan mekanisme baru yang menjelaskan bagaimana beberapa tumor dapat mengembangkan resistensi terhadap obat kanker tertentu.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan dikutip situs Medical News Today (31/3/2020), dapat membantu dalam pengembangan jenis obat baru yang mencegah tumor mencapai jenis resistensi ini.

Menurut para ilmuwan, kemoterapi pada awalnya merespon kemoterapi, namun secara bertahap ada resistensi teradap kemoterapi, sehingga obat menjadi kurang efektif. Sehingga dokter mencoba dengan mengombinasikan beberapa obat.

Dalam penelitian ini, para peneliti mengidentifikasi bagaimana proses yang disebut macropinocytosis memungkinkan sel untuk mengembangkan resistensi. Makropinositosis memungkinkan sel kanker untuk mengonsumsi sel mati lainnya, yang memberi mereka energi dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk tumbuh.

Makropinositosis memungkinkan sel kanker mengatasi dua masalah. Pertama, obat kanker biasanya mengganggu kemampuan tumor untuk melakukan metabolisme dan tumbuh. Kedua, aliran darah pada tumor seringkali terganggu secara signifikan, yang berarti bahwa tumor tidak dapat mengakses energi dan nutrisi seperti yang biasa dilakukan tubuh.

Menurut Prof. Aimee Edinger, UC Irvine School of Biological Sciences dan rekan penulis penelitian ini, sel kanker membutuhkan sejumlah besar nutrisi.

“Kemoterapi dan perawatan lain yang merusak DNA memaksa sel-sel tumor untuk meningkatkan metabolisme mereka untuk membuat perbaikan yang diperlukan untuk bertahan hidup dan tumbuh,” ujar Edinger.

Dengan adanya analisa itu, kata Edinger, temuannya bisa membantu ilmuwan dan industri farmasi mengembangkan obat baru untuk menghambat makropinositosis.

“Pengetahuan ini dapat memungkinkan pemilihan biomarker yang lebih baik dalam uji coba obat klinis yang saat ini sedang berlangsung, yang mengarah pada peningkatan respons terhadap kombinasi obat-obatan,” katanya.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: