<
4 Desember 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Obat HIV Ini Terbukti Klinis Sembuhkan Pasien COVID-19

2 min read

AriesKelanaCom – Sejauh ini, seperti yangd ikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), belum satu pun obat yang diakuinya sebagai obat COVID-19. Jadi penelitian sejauh ini masih bersifat ujicoba dengan menjajal berbagai obat yang sudah lebih ada dan tersedia.

Ada yang menggunakan obat rematik, obat malaria, dan obat lupus dan sebagainya. Namun, sejauh ini belum satupun yang sudah menjalani uji klinis pada manusia.

Nah hanya lopinavir dan ritonavir – dua jenis obat HIV – yang sudah diuji klinis pada penderita COVID-19. Percobaan melihat 199 pasien COVID-19 di Rumah Sakit Jin Yin-Tan, Cina, diterapi dengan menggunakan perawatan standar atau diberi lopinavir-ritonavir.

Hasilnya yang dickutip Medical News Today (6/4/2020) memberikan janji menggembirakan. Pasien yang diberikan kombinasi dua obat itu membaik lebih cepat. Waktu perawatannya juga lebih cepat ketimbang yang menggunakan perawatan biasa.

“Hasilnya cukup menggembirakan. Saya berharap untuk melihat terapi ini dimasukkan ke dalam terapi rutin, dalam beberapa kasus, dalam beberapa minggu mendatang,” ujar Profesor Thomas Jaki, dari Unit Penelitian Statistik Medis dan Farmasi di Departemen Matematika dan Statistik di Universitas Lancaster, Inggris.

Profesor Jaki mengatakan fakta bahwa studi-studi ini berlangsung selama keadaan darurat medis telah melihat tekad untuk memajukan segala sesuatunya dengan cepat.

Dia menambahkan bahwa hal yang menakjubkan tentang ujicoba ini adalah kecepatannya, dari persetujuan awal yang diterima dari Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial, hanya sembilan hari sebelum pasien pertama direkrut. Proses itu biasanya akan memakan waktu antara enam dan sembilan bulan.

“Kami telah mendapat manfaat dari uji coba Recovery di Cina – tetap sederhana. Terapi yang menggunakan protokol yang sangat singkat dan upaya untuk meminimalkan beban pada staf di rumah sakit, tambah Jaki.

Uji coba Recovery telah digolongkan sebagai Studi Penelitian Kesehatan Masyarakat yang Mendesak. Ini adalah salah satu dari serangkaian proyek untuk menerima bantuan riset senilai £10,5 juta sebagai bagian yang didanai oleh UK Research and Innovation, dan oleh Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial melalui National Institute for Health Research (NIHR).

Kepala Petugas Medis Profesor Chris Whitty dan Direktur Medis NHS Inggris Profesor Stephen Powis telah menulis surat kepada NHS Trusts di Inggris meminta mereka untuk sepenuhnya mendukung percobaan baru.

“Meskipun terkadang kita merasa tidak siap menghadapi insiden seperti wabah COVID-19, sebenarnya ada upaya global yang terkoordinasi di antara para ilmuwan, dan Lancaster berperan dalam hal itu.”

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: