<
31 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Hasil Studi Obat Kanker Payudara Bikinan Pfizer

2 min read

Foto: star2.com

Pfizer Ujicoba Obat Baru Kanker Payudara dan Kolorektal

Bekasi, Obat Digital – Pfizer, perusahaan farmasi terbesar di dunia kini tengah mengujicoba obat baru kanker payudara dan kolrektal yang mengandung senyawa aktif palbociclib dan bermerk Ibrance.

Namun sayangnya, hasil analisa yang dilakukan dalam studi PALbociclib CoLlaborative Adjuvant Study (PALLAS) yang digarap oleh Kelompok Studi Kanker Payudara & Kolorektal Austria dan Alliance Foundation Trials, LLC, Pfizer Inc, menunjukkan hasil mengecewakan.

Menurut rilisnya, PALLAS menunjukkan bahwa obat itu tidak memberikan efektivitasnya secara siginifikan terhadap kedua kanker.

Dengan hasil studi itu, pasien yang saat ini menerima palbociclib dalam penelitian akan diberitahu tentang langkah selanjutnya oleh dokter mereka dan tindak lanjut jangka panjang dari semua pasien akan dilanjutkan sesuai rencana. Tidak ada sinyal keamanan baru yang tidak terduga yang diamati pada pasien yang menerima palbociclib.

Percobaan PALLAS membandingkan terapi endokrin ajuvan palbociclib plus standar dengan terapi endokrin ajuvan standar saja pada wanita dan pria dengan hormon reseptor-positif (HR +), reseptor faktor pertumbuhan epidermal manusia 2-negatif (HER2-) awal (stadium 2 dan 3) kanker payudara dan merupakan kolaborasi global yang dipimpin secara akademis, yang melibatkan lebih dari 400 pusat di 21 negara di seluruh dunia.

Seperti dikutip Obat Digital, Chris Boshoff, MD, Ph.D., Kepala Pengembangan, Onkologi, Pengembangan Produk Pfizer Global, memgaku kecewa dengan hasil PALLS. Ini menjadi upaya untuk menyembuhkan pasien kanker payudara, makin sulit. Padahal kanker ini merupakan penyebab utama kematian pada perempuan di dunia, termasuk Indonesia.

“PALLAS adalah studi besar dengan banyak subkelompok dan kami secara aktif berkolaborasi untuk menentukan apakah ada pasien yang mendapat manfaat dari perawatan ajuvan dengan kombinasi palbociclib, “kata Boshoff.

Otoritas kesehatan dan peneliti telah diberitahu tentang keputusan ini. Jika tersedia, hasil lengkap dari studi PALLAS akan dibagikan dengan komunitas ilmiah di kemudian hari.

Palbociclib juga sedang dipelajari pada pasien dengan kanker payudara dini risiko tinggi dan hasil dari percobaan kolaboratif PENELOPE-B diharapkan akhir tahun ini.

Pfizer pantas kecewa, karena studi serupa IBRANCE yang pernah dilakukan pada 2015 memberikan hasil sebailknya.

“Sejak persetujuan awal pada tahun 2015, IBRANCE telah membantu mengubah lanskap pengobatan untuk orang-orang dengan HR +, kanker payudara metastatik HER2. Kami berterima kasih kepada semua pasien, penyedia layanan kesehatan dan mitra akademik kami yang telah mengabdikan begitu banyak untuk membuat studi penting ini mungkin dilakukan,” tambah Boshoff.

Di Amerika Serikat, IBRANCE disetujui untuk perawatan pasien dewasa dengan HR +, HER2-maju atau kanker payudara metastasis dalam kombinasi dengan aromatase inhibitor sebagai terapi berbasis endokrin awal pada wanita pascamenopause atau pada pria; atau dengan fulvestran pada pasien dengan perkembangan penyakit setelah terapi endokrin.

Namun IBRANCE tidak diindikasikan pada kanker payudara dini.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)s protected !!
%d blogger menyukai ini: