<
28 Juli 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Denda Yang Diterima Novartis dari Departemen Kehakiman AS

2 min read
Novartis membayar denda yang dikenakan oleh Departemen Kehakiman AS sebagai hukuman karena Novartis dianggap melanggar etika penjualan obat. Besarnya denda adalah US$729 juta.

WARTABUGAR – Perusahaan farmasi asal Swiss, Novartis bersedia membayar denda yang dikenakan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Ini sebagai hukuman karena Novartis dianggap melanggar etika penjualan obat. Besarnya denda adalah US$729 juta.

Dari jumlah sebanyak itu, sebesar US$678 juta digunakan untuk membayar klaim, karena perusahaan itu mengorganisir puluhan ribu acara pendidikan ilegal di mana ia menghimpun dokter dengan biaya pembicara selangit, makan malam mahal dan alkohol untuk mendorong mereka agar lebih sering meresepkan obat kardiovaskular dan diabetes.

Sekitar sisanya adalah biaya yang disalurkan melalui tiga yayasan amal untuk menutupi pembayaran bersama pasien Medicare sehingga mereka akan membeli obat-obatan Novartis.

Kemudian dari pembayaran denda US$678 juta, sebanyak US$ 591,4 juta sebagai ganti rugi kepada pemerintah A.S., denda US$ 38,4 juta karena melanggar undang-undang anti-suap dan US$ 48,2 juta untuk negara-negara bagian A.S.

Departemen Kehakiman mengatakan program pembicara dan acara promosi lainnya terjadi dari tahun 2002 hingga 2011, sedangkan pembayaran bersama dilakukan dari tahun 2010 hingga 2014.

Selengkapnya silahkan baca Obat Digital.

Seperti dilansir reuters.com (1/7/2020), Keputusan pengadilan itu memvonis Novartis telah melanggar Undang-undang Klaim Ilegal.

Namun pengacara pemerintah A. Audrey Strauss di Manhattan, memenuding bahwa program pelayanan kesehatan federal pada saat melakukan pembayaran ratusan juta dolar untuk penggantian resep, telah dinodai “suap”.

“Memberikan uang tunai ini dan barang mewah lainnya mengganggu tugas dokter untuk memilih terapi terbaik bagi pasien mereka dan meningkatkan biaya obat untuk semua orang,” kata Strauss dalam sebuah pernyataan.

Novartis pun berjanji untuk mengurangi program seminar yang melibatkan pembicara dari kalangan dokter. Selain itu juga mengambil kebijakan integritas perusahaan.

Novartis mengakui kesalahan dan akan membayar kewajiban yang diputuskan pengadilan. “Kami adalah perusahaan yang berbeda saat ini, dengan kepemimpinan baru, budaya yang lebih kuat dan komitmen yang lebih komprehensif terhadap etika,” kata CEO Novartis Vas Narasimhan.

%d blogger menyukai ini: