<
28 Juli 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ini Risikonya Menderita Kanker Saat Pandemi COVID-19

3 min read
Di tengah pandemi COVID-19, pasien kanker perlu berhati-hati. Ini karena pasien kanker – termasuk kanker kepala dan leher – lebih rentan terpapar COVID-19 tiga kali lebih daripada pasien bukan kanker.

Foto: nouvelles.umontreal.ca

ARIESKELANACOM – Di tengah pandemi COVID-19, pasien kanker perlu berhati-hati. Ini karena pasien kanker – termasuk kanker kepala dan leher – lebih rentan terpapar COVID-19 tiga kali lebih daripada pasien bukan kanker.

Ini mengingat keadaan sistim imunitas mereka. Untuk itu, diperlukan pedoman yang tepat dalam pemberian pengobatan kanker kepala dan leher yang aman bagipara pasien kanker ini.

Itu mengemuka dalam seminar online yang diselenggarakan Cancer Information & Support Center (CISC) dan Pelayanan Kanker Terpadu (PKAT) RSCM. Acara yang berlangsung Senin (20/7/2020) itu disponsori oleh pabrik farmasi Merck.

Acara ini digelar bertepatan dengan Hari Kanker Kepala dan Leher Sedunia yang bakal jatuh pada 27 Juli nanti. Berdasarkan data Globocan 2018, angka kejadian kanker kepala dan leher di Indonesia masuk urutan kelima besar kanker terbanyak pada laki-laki.

Pada tahun 2020, angka kasus baru kanker kepala dan leher meningkat sebesar 883.000 jika dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu 634.000 kasus. Kanker kepala dan leher merupakan hal yang sulit bagi pasien. Kanker ini dapat terlihat jelas di tubuh pasien dan sangat mempengaruhi kegiatan sehari-hari seperti makan, minum, berbicara yang pada akhirnya berdampak pada kehidupan sosialnya.

Prof. Dr. dr. Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRadselaku Koordinator Pengembangan Pelayanan Kanker Terpadu (PKaT) RSCM  menjelaskan, terdapat sejumlah alasan yang menyebabkan pasien kanker rentan terhadap virus Covid-19, salah satunya adalah masalah imunitas.

“Kekebalan tubuh yang rendah menjadikan pasien kanker pada saat menjalankan pengobatan rentan terinfeksi virus,” ujarnya.

Oleh karena itu, sangat penting pasien kanker untuk mencoba meminimalkan paparan terhadap virus dan disarankan untuk menerapkan praktik hygiene yang baik seperti rutin membersihkan tangan, menggunakan desinfektan untuk peralatan yang digunakan, hindari kontak langsung dan jaga jarak.

“Sesuai anjuran pemerintah, para ahli medis juga perlu mengupayakan pedoman pelayanan dan metode pengobatan yang optimal pada pasien kanker khususnya kanker kepala dan leher yang banyak didominasi oleh penderita stadium lanjut dan memastikan pengobatan tersebut sesuai dengan protokol pencegahan infeksi Covid-19,” tambah Tati.

Mengenai acara ini, Aryanthi Baramuli Putri Ketua Umum CISC juga menyampaikan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka peringatan hari kanker kepala dan leher.

“Disamping memberi edukasi kepada masyarakat, pasien kanker bisa mendapatkan informasi yang tepat tentang bagaimana melaksanakan pengobatan kanker kepala dan leher yang sesuai untuk dirinya di tengah masa pandemi ini,” tutur Aryanthi.  

Selain itu, dukungan yang positif dari keluarga dan sahabat serta organisasi pasien kanker kepada pasien dapat membantu mereka tetap semangat dan positif selama masa pengobatan ataupun pemulihan.

Sementara itu, Evie Yulin selaku Presiden Direktur PT. Merck, Tbk menjelaskan, Merck memiliki kepedulian dan tanggung jawab yang besar untuk bisa berkontribusi dalam memberikan edukasi yang berkesinambungan kepada masyarakat tentang segala hal yang berhubungan dengan kesehatan, tidak terkecuali untuk kesehatan pasien kanker kepala dan leher.

“Untuk itu, dalam rangka memperingati hari kanker kepala dan leher sedunia, sebagai bentuk dukungan kami terhadap upaya pencegahan penyakit dan pengobatan pasien, kami merasa senang dan bangga karena dapat bermitra dengan CISC dan PKaT dalam meningkatkan kesadaran akan pengobatan pasien kanker kepala dan leher di masa “normal baru” ini” ujarnya.

“Kami percaya bahwa kita semua mempunyai tujuan akhir yang sama yaitu memberikan yang terbaik untuk pasien dengan membantu meningkatkan kualitas hidup  pasien di tengah situasi saat ini.”

%d blogger menyukai ini: