<
6 Maret 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ngeri, Racun Kalajengking Bisa Sembuhkan Otot Jantung

2 min read
studi terakhir menunjukkan bahwa racun kalajengking, khususnya, mengandung peptida yang memiliki efek menguntungkan pada sistem kardiovaskular tikus dengan tekanan darah tinggi.
Kalajengking obati penyakit jantung

Kalajengking obati penyakit jantung

ARIESKELANACOM – Para ilmuwan menemukan obat-obatan yang menyelamatkan jiwa dari sumber yang tidak mungkin: racun makhluk seperti ular, laba-laba dan kalajengking.

Namun studi terakhir menunjukkan bahwa racun kalajengking, khususnya, mengandung peptida yang memiliki efek menguntungkan pada sistem kardiovaskular tikus dengan tekanan darah tinggi.

Racun kalajengking adalah campuran kompleks molekul aktif secara biologis, termasuk neurotoksin, vasodilator dan senyawa antimikroba, di antara banyak lainnya.

Meskipun racunnya menyakitkan bagi mereka yang kurang beruntung karena disengat kalajengking, senyawa racun individu, jika diisolasi dan diberikan dengan dosis yang tepat, dapat memiliki manfaat kesehatan yang mengejutkan.

Salah satu senyawa yang menjanjikan adalah tripeptide KPP (Lys-Pro-Pro), yang merupakan bagian dari racun kalajengking yang lebih besar. KPP terbukti menyebabkan pembuluh darah melebar dan tekanan darah menurun pada tikus hipertensi. Thiago Verano-Braga, Adriano Pimenta dan rekannya ingin mengetahui apa sebenarnya yang dilakukan KPP terhadap sel-sel otot jantung. Jawabannya bisa menjelaskan efek menguntungkan peptida.

Seperti dilansir Science Daily (16/7/2020) para periset mengobati sel-sel otot jantung tikus dalam cawan petri dengan KPP dan mengukur kadar protein yang diekspresikan oleh sel-sel pada waktu yang berbeda menggunakan spektrometri massa.

Mereka menemukan bahwa KPP mengatur protein yang terkait dengan kematian sel, produksi energi, kontraksi otot dan pergantian protein. Selain itu, peptida kalajengking memicu fosforilasi protein tikus yang disebut AKT, yang mengaktifkannya dan protein lain yang terlibat dalam produksi oksida nitrat, vasodilator.

Baik AKT dan fosfolamban sudah diketahui melindungi jaringan jantung dari cedera yang disebabkan oleh kekurangan oksigen. Hasil ini menunjukkan bahwa KPP harus diselidiki lebih lanjut sebagai obat untuk serangan jantung dan masalah kardiovaskular lainnya, kata para peneliti.

Namun, efek sampingnya, pengobatan KPP menyebabkan defosforilasi protein yang disebut fosfolamban, yang menyebabkan berkurangnya kontraksi sel otot jantung.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)