<
5 Maret 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Remaja Yang Punya Konsep Diri Bisa Bersosialisasi

2 min read
Wahyu Aulizalsini A, M.Psi, Psikolog, pengaruh gadget, sangat tergantung pada konsep diri remaja. dalam menyikapi keebradaan gadget.

Foto: technofizi.net

ARIESKELANACOM – Gadget kini tak lepas dari kehidupan remaja. Data survey Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2017 menunjukkan bahwa 60% pengguna gadget adalah anak usia 9 – 19 tahun. Dari usia itu usia 12-19 bisa dikategorikan sebagai remaja.

Wahyu Aulizalsini A, M.Psi, Psikolog, mengatakan bahwa di samping memiliki nilai positif gadget juga punya nilai negatif. Namun di antara dua sisi itu, sangat tergantung pada konsep diri remaja. dalam menyikapi keebradaan gadget.

Itu diungkapkannya pada webinar menyambut hari anak nasional, yang dipandu oleh Dokter Zaenal Abidin, mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia. Ini merupakan kolaborasi Komunitas Literasi Gizi (Koalizi), Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Literasi Sehat Indonesia (LiSan), Dep. Kesehatan BPP. KKSS, Bakornas LKMI PB. HMI dan sadargizi.com.

Menurut Wahyu, konsep diri merupakan sikap, perasaan dan pandangan individu tentang dirinya sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya yang meliputi fisik, psikis, sosial, aspirasi dan prestasi yang nantinya akan menentukan langkah-langkah individu dalam melakukan aktifitas sesuai dengan gambaran yang ada pada dirinya.

“Konsep diri merupakan gambaran dari keyakinan yang dimiliki tentang diri mereka secara luas mengenai fisik, psikologis dan emosional,” katanya.

Kelak saat dewasa akan lebih mudah menyesuaikan diri di tempat pekerjaan ataupun dalam kehidupan pernikahan. Jika tidak, maka sebaliknya ( bahkan menjurus kepada sikap dan perilaku yang tergolong criminal)

Bagaimanakan seorang anak remaja dapat menyesuaikan diri? “Jawabannya adalah tergantung dimana anak itu dibesarkan, apakah ia memiliki “model” yang baik di rumahnya. Selain itu kemampuannya dalam menerima diri sendiri,” ujar Wahyu.

Agar seorang remaja dapat menyesuaikan diri dengan baik, maka haruslah mengenal diri sendiri lebih dalam maka perlu penilaian atau kesadaran akan keadaan diri sendiri. Bilamana seseorang dapat menerima keadaan dirinya sendiri, maka ia akan mudah menerima keadaan orang lain.

“Saat seorang remaja mampu menyesuaiakn diri dan memiliki konsep diri yang baik, ia akan mudah bergaul dengan bebas dan positif,” imbuhnya

Sebaliknya, jika tidak mampu menyesuaikan diri, remaja tadi akan frustrasi. Seperti remaja yang dibesarkan dalam keluarga yang kurang harmonis dan memiliki konsep diri negatif kemungkinan memiliki kecenderungan yang lebih besar menjadi remaja nakal dibandingkan remaja yang dibesarkan dalam keluarga harmonis dan memiliki konsep diri positif.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)