<
6 Maret 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ngeri, Antibiotik Bikin Sistem Imun Anak Melemah

2 min read
Menurut sebuah penelitian penggunaan antibiotik akan terjadi pada pasien anak-anak, akan mempengaruhi proses pematangan sistem kekebalan tubuh.
Manfaat vitamin K

Manfaat vitamin K

ARIESKELANACOM – Banyak orang tua, tanpa resep dokter, memberikan antibiotik kepada anak-anak untuk menyembuhkan penyakit yang tengah dideritanya. Bahkan antibiotik diberikan kepada anak yang penyakitnya tak perlu diterapi antibiotik.

Padahal itu berbahaya. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Genome Medicine, dan dikutip Medical News Today, gangguan bakteri usus melalui penggunaan antibiotik akan terjadi pada pasien anak-anak, akan mempengaruhi proses pematangan sistem kekebalan tubuh.

Sebab menurut studi pada hewan, para peneliti menemukan bahwa pemberian antibiotik tunggal yang singkat dapat mempengaruhi hewan muda terhadap penyakit radang usus (IBD) di kemudian hari.

Hasil studi mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik pada anak di bawah 1 tahun menghambat perkembangan mikrobiota usus.

Mikrobiota terdiri dari triliunan mikroorganisme yang ada di dalam dan di tubuh kita dan mendukung prosesnya. Keberadaan mikroorganisme ini tetap penting untuk pematangan sehat sistem kekebalan tubuh dan pencegahan penyakit, seperti IBD dan diabetes tipe 1. 1,2

“Studi ini memberikan bukti eksperimental yang memperkuat gagasan bahwa hubungan paparan antibiotik dengan perkembangan penyakit pada anak manusia lebih dari sekadar korelasi, tetapi mereka sebenarnya memainkan peran dalam penyebab penyakit,” kata salah atu peneliti Martin Blaser, Direktur Rutgers Center for Advanced Biotechnology and Medicine.

Untuk menilai potensi risiko penyakit yang ditimbulkan oleh gangguan mikrobioma usus oleh antibiotik, para peneliti mempelajari efek dextran sulfate sodium, bahan kimia yang melukai usus besar, pada tikus.

Para peneliti menguji tikus dengan memberikan 1 kelompok antibiotik dan mengamati kelompok lain yang memiliki kandungan mikroba yang terganggu ditransplantasikan ke usus mereka. Para peneliti menilai hasilnya berbeda dengan kelompok kontrol.

Hasilnya menunjukkan bahwa tikus yang menerima baik antibiotik terkena kolitis yang lebih buruk. Para peneliti menjelaskan bahwa ini menunjukkan bagaimana paparan antibiotik mengubah microbiome, mengubah respon imun di usus besar, dan memperburuk kolitis eksperimental.

“Penggunaan model kolitis yang divalidasi dengan baik memungkinkan kami untuk mempelajari efek paparan antibiotik sebelumnya pada pengembangan proses penyakit yang penting,” kata ketua tim peneliti Ceren Ozkul dari Departemen Mikrobiologi Farmasi, Universitas Hacettepe di Turki.

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan Blaser yang menguji hipotesisnya bahwa mengganggu mikrobioma di awal kehidupan, terutama melalui antibiotik dan bedah Cesar, merupakan faktor pendorong epidemi modern.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)