Pandemi COVID-19 Bikin Konsumsi Obat Naik, Obat Jadi Mahal?

suasana apotek

ARIESKELANACOM – Pandemi COVID-19 membuat dunia menjadi ketidakpastian. Banyak orang mengonsumsi obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, terutama yang terkait dengan COVID-19.

Di pihak lain, vaksinasi yang dianggap sebagai salah satu upaya pencegahan justru mulai ditinggalkan karena kekawatiran penularan lewat jarum suntik.

Seorang analis farmasi memperkirakan bahwa pada tahun depan akan terjadi kenaikan harga obat sebesar 3,29%. Itu bakal terjadi karena pandemi akan berlangsung hingga tahun depan.

Kemudian, kompetisi antara obat generik dan biosimilar telah menjadi faktor utama yang membatasi kenaikan harga rutin obat yang sering digunakan.

Sedangkan untuk tahun ini, obat-obatan khusus diperkirakan memiliki peningkatan 4,47% dan mengalami pertumbuhan penjualan antara awal Maret dan Mei 2020.

Laporan itu mengatakan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ini lantaran adanya panduan dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) bagi pasien untuk menyediakan obat tambahan selama pandemi.

Ini terjadi lantaran ada kekawatiran persediaan obat akan menipis dan sedikitnya orang yang pergi ke apotek atau ke rumah sakit.

“Salah satu hal yang membuat ramalan tahun ini khususnya lebih bervariasi adalah pemanfaatan — obat-obatan yang digunakan dan volume yang ditentukan, bisa sangat berbeda tergantung pada bagaimana COVID berlanjut tahun ini dan ke awal tahun depan,” kata Steven Lucio, PharmD, BCPS, kepala sekolah senior solusi farmasi di Vizient, dalam sebuah wawancara dengan Pharmacy Times (5/8/2020).

Laporan yang diungkapkan Lucio tersebut menemukan bahwa ada 10 obat terkait COVID-19 teratas menghasilkan peningkatan konsumsi sebesar US$ 200 juta selama bulan Maret dan April 2020. Hidroksiklorokuin bahkan mengalami peningkatan 1.132% selama periode itu.

Di sisi lain, laporan tersebut menemukan bahwa penggunaanuntuk 10 vaksin teratas menurun secara substansial selama bulan Maret dan April dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Para ahli berharap itu tak akan terjadi pada beberapa bulan mendatang, karena vaksinasi sangat penting untuk pencegahan.

Meskipun para ahli berharap bahwa penurunan ini akan bangkit kembali dalam beberapa bulan mendatang, terutama dengan vaksin influenza yang akan segera diluncurkan.

“Jelas, jika Anda tidak melakukan vaksinasi maka Anda membuat tantangan tambahan,” kata Lucio.