<
21 Oktober 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Penderita Hiperglikemik Jangan Lakukan Aerobik, Bisa Kepayahan

2 min read
Orang yang punya kadar gyla darah berlebih akan mudah capek bila melakukan aerobik.
Olahraga Bikin Pintar

Olahraga Bikin Pintar

Latihan aerobik yang teratur memberikan berbagai manfaat kesehatan, yang meningkat ketika seseorang meningkatkan kapasitas aerobiknya. Namun tak semua orang boleh dianjurkan.

Dokter merekomendasikan bentuk latihan ini untuk membantu mengendalikan diabetes, tetapi penderita diabetes sering mengalami kesulitan meningkatkan kapasitas ini. Sehingga tak dianjurkan untuk melakoni aerobik.

Para ilmuwan di Joslin Diabetes Center, afiliasi dari Harvard Medical School, di Boston, MA, telah menerbitkan studi baru yang dapat menjelaskan alasannya.

Hiperglikemia, atau kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal, dapat mencegah orang dari meningkatkan kapasitas aerobik mereka dan mendapatkan manfaat kesehatan yang dapat diberikan oleh jenis latihan ini.

Para peneliti, seperti dikutip Medical News Today (5/8/2020), telah mengamati efek latihan aerobik yang berkurang pada manusia dengan hiperglikemia kronis ketika kadar gula darah berada dalam kisaran prediabetes, serta dalam model tikus.

“Gagasan di balik penelitian ini adalah untuk melihat: Jika kita mendorong gula darah tinggi pada tikus, apakah kita akan merusak kemampuan mereka untuk meningkatkan kebugaran aerobik mereka?” kata Prof. Sarah Lessard, ketua tim peneliti.

Dalam merancang penelitian ini, para peneliti berharap untuk belajar lebih banyak tentang mekanisme di balik efek potensial ini, dalam upaya untuk menemukan cara-cara baru untuk membantu orang dengan hiperglikemia meningkatkan tingkat kebugaran mereka.

Awalnya, Prof. Lessard dan rekannya meningkatkan kadar gula darah pada dua kelompok tikus:

  • Kelompok pertama menerima diet Barat tinggi lemak jenuh dan gula. Tikus menjadi hiperglikemik dan bertambah berat badan.
  • Kelompok kedua mengkonsumsi makanan dengan sedikit gula dan lemak dan tidak menambah berat badan. Namun, tikus ini memperoleh hiperglikemia akibat modifikasi yang menyebabkan mereka memproduksi lebih sedikit insulin.

Tikus-tikus di kedua kelompok bekerja sama, berlari sekitar 500 kilometer, atau sekitar 311 mil, selama penelitian.

Walhasil, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang memiliki kadar gula darah lebih rendah, kedua kelompok tikus hiperglikemia gagal mendapatkan kapasitas aerob yang signifikan.

Fakta bahwa kedua kelompok mengembangkan kondisi menunjukkan bahwa efeknya terkait dengan gula darah, bukan obesitas atau efek insulin.

%d blogger menyukai ini: