<
5 Maret 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Tes Darah Baru Covid-19 Ini Bisa Percepat Terapi

2 min read
Ketika penelitian obat dan vaksin Covid-19 berkembang pesat, tes darah Covid justru lamban. Peneliti WalesNgga temukan caranya.
Setetes darah Bisa deteksi kanker

Setetes darah Bisa deteksi kanker (Foto: verywellmind.com)

ARIESKELANACOM – Sejak pandemi COVID-19 dimulai, para ilmuwan lintas disiplin ilmu dan dari berbagai negara telah berkolaborasi. Aksi mereka dengan cara yan belum pernah terjadi sebelumnya.

Kecepatan tes diagnostik berubah dari konsepsi menjadi kenyataan sangat mencengangkan.

Begitu pula upaya global untuk menguji obat baru dan digunakan kembali untuk menemukan pengobatan bagi mereka yang menderita penyakit tersebut.

Namun, pengobatan yang efektif baru muncul secara tentatif. Sebaliknya, kemampuan pengujian diagnostik lambat untuk ditingkatkan ke skala yang dibutuhkan untuk mencegah pandemi.

Masih banyak pertanyaan tentang bagaimana virus menyebabkan kerusakan dahsyat di beberapa organ rusak tapu ada organ lain yang tidak diserang.

Periset terus meneliti dan mengembangkan persenjataan baru dalam pertarungan global ini.

James Hindley, Ph.D., Direktur Eksekutif di Bioteknologi Dalam Ruangan di Cardiff di Wales, Inggris dan Martin Scurr, Ph.D., rekan peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Cardiff melakukan studi untuk mencari tes darah yang baru.

Mereka bersama tim sedang mengembangkan jenis tes baru yang dapat menunjukkan apakah seseorang telah mengembangkan sel T spesifik untuk SARS-CoV-2.

Sel T adalah sejenis sel darah putih. Sel ini memainkan peran kunci dalam bagaimana tubuh kita melawan patogen virus.

Menurut Hindley, fokus saat ini  adalah untuk menguji kekebalan terhadap virus SARS-CoV-2 didasarkan pada penilaian antibodi.

Namun, komponen penting lain dari respons kekebalan kita terhadap virus adalah sel T.

“Ini juga memberikan respons kekebalan memori dan bahkan mungkin lebih sensitif daripada antibodi,” ujar Hindley.

Tantangan dengan sel T adalah, tidak seperti antibodi, mengukurnya tidaklah sederhana.

Oleh karena itu, sambung Hindley, diperlukan pengujian sel T sederhana, yang dapat memungkinkan pengujian sel T spesifik virus dilakukan secara rutin.

“Tes yang kami kembangkan dapat memberikan hasil kuantitatif yang mengukur besarnya respons sel T seseorang terhadap virus SARS-CoV-2,” jelas Hindley.

Kedua peneliti juga dapat menjalankan pengujian yang sama secara paralel untuk virus dan virus korona manusia lainnya, seperti influenza.

“Ini memungkinkan kita untuk menetapkan status kekebalan seseorang,” imbuhnya.

Seperti antibodi, apakah tes sel T positif melindungi terhadap infeksi di masa depan masih harus ditentukan.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)