<
6 Maret 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Vaksin Nasal Bisa Cegah COVID-19 Mengganas

2 min read
vaksin

ARIESKELANACOM – Para ilmuwan Amerika Serikatmenunjukkan bahwa hanya satu dosis vaksin nasal dapat melindungi terhadap infeksi pada tikus yang rentan terhadap virus corona baru penyebab COVID-19.

Seperti dikutip Medical News Today (26/8/2020), Penulis penelitian baru-baru ini menerbitkan penelitian mereka di jurnal Cell. Mereka berharap untuk menguji vaksin pada primata bukan manusia di masa depan.

Ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis sedang mengembangkan vaksin intranasal baru ini.

Untuk mendesainnya, mereka menggunakan adenovirus yang telah diubah. Seperti virus lainnya, adenovirus dapat menyebabkan flu biasa.

Para ilmuwan juga menggunakannya untuk mengembangkan berbagai vaksin, termasuk untuk tuberkulosis dan Ebola.

Prof Michael S. Diamond, ketua tim periset menjelaskan mengapa tim peneliti memutuskan untuk mencari vaksin intranasal.

“Ada preseden untuk ini dengan vaksin influenza. Oleh karena itu, kami pikir kami mungkin melihat peningkatan respons imun mukosa (lokal) di saluran pernapasan yang mungkin lebih baik dalam mengendalikan infeksi SARS-CoV-2,” kata Diamond.

Tim tersebut memasukkan protein lonjakan virus korona ke dalam adenovirus. Coronavirus menggunakan protein lonjakan ini untuk menjajah sel.

Para peneliti pertama kali memodifikasi adenovirus untuk mencegahnya menyebabkan penyakit pada tikus.

Adenovirus jinak ini kemudian bekerja sebagai kendaraan untuk membawa protein lonjakan ke hidung dan mempersiapkan tubuh untuk memulai pertahanan kekebalan terhadap SARS-CoV-2.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa vaksin ini mengintegrasikan dua mutasi ke dalam protein lonjakan. Mutasi ini memperbaiki protein lonjakan menjadi bentuk kaku yang mendorong pembentukan antibodi.

Untuk menguji kemanjuran vaksin baru tersebut, para peneliti memberikannya kepada tikus, baik secara intranasal maupun melalui suntikan.

Menyuntikkan vaksin menghasilkan respons kekebalan yang mencegah pneumonia, tetapi tidak dapat mencegah penyebaran infeksi ke paru-paru.

Ini berarti suntikan vaksin intramuskular dapat mengurangi keparahan COVID-19, tetapi tidak akan menghentikan penularan virus atau mencegah infeksi.

Namun, ketika para ilmuwan memberikan vaksin secara hidung, mereka mengamati bahwa vaksin itu mencegah infeksi di saluran pernapasan atas dan bawah (hidung dan paru-paru).

“Dalam model tikus ini, vaksin sangat protektif. Kami berharap dapat memulai putaran penelitian berikutnya dan akhirnya mengujinya pada orang-orang untuk melihat apakah kami dapat menginduksi jenis kekebalan pelindung yang menurut kami tidak hanya akan mencegah infeksi tetapi juga mengekang penularan pandemi virus ini,” pungkas Diamond.

 

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)