<
28 September 2020

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Catat, Kadar Kadmium Di Plasenta Bisa Tentukan Risiko Asma

2 min read
bayi yang lahir dengan kadar kadmium yang lebih tinggi dalam darah tali pusat mereka mungkin lebih mungkin mengembangkan asma dan alergi pada masa kanak-kanak
Risiko Mencium bayi

Risiko Mencium bayi

OBATDIGITAL – Banyak orang tua yang heran dan bertanya-tanya mengapa anak-anaknya tiba-tiba menderita asma.  Padahal kedua orang tuanya tak pernah atau memiliki penyakit alergi, apalagi asma. Tapi kini rahasia itu mulai terkuak. Kadar kadmium bisa tentukan risiko asma di kemudian hari.

Menurut Science Daily (15/9/2020), bayi yang lahir dengan kadar kadmium yang lebih tinggi dalam darah tali pusat mereka mungkin lebih mungkin mengembangkan asma dan alergi pada masa kanak-kanak, menurut penelitian yang dipresentasikan di Kongres Internasional Masyarakat Pernafasan Eropa

Kadmium diketahui berbahaya bagi kesehatan manusia dan penggunaannya dibatasi di Uni Eropa, tetapi telah digunakan secara luas, misalnya dalam baterai, pigmen, dan sebagai pelapis logam lain. Itu juga ada dalam tembakau dan bisa masuk ke tubuh melalui merokok atau perokok pasif.

Para peneliti mengatakan temuan mereka memberikan dukungan untuk kontrol ketat atas penggunaan dan pembuangan kadmium.

Penelitian ini dipresentasikan pada konferensi virtual oleh Profesor Isabella Annesi-Maesano, direktur penelitian di Institut nasional de la santé et de la recherche médicale (INSERM) Prancis..

“Kadmium adalah sejenis logam berat. Kami tahu bahwa orang dapat terpapar logam berat melalui makanan, air dan udara, dan bahkan dalam jumlah yang sangat kecil dapat berdampak buruk pada kesehatan kita,” ujar Maesano.

“Kami ingin menyelidiki kadar logam berat tertentu yang terpapar pada bayi di dalam rahim dan untuk memahami dampaknya terhadap perkembangan dan kesehatan masa depan mereka.”

Penelitian ini melibatkan 706 wanita dan bayinya yang dirawat di unit bersalin di Nancy dan Poitier di Prancis. Peneliti mengukur jumlah tiga logam berat yang berbeda – kadmium, mangan dan timbal – dalam darah wanita saat mereka hamil dan dalam darah yang diambil dari tali pusar bayi mereka setelah melahirkan. Hasilnya kadar kadmium yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena asma.

 

%d blogger menyukai ini: