Jangan Jomblo Terus, Bisa Kena Diabetes

pemeriksaan gula darah

ARIESKELANACOM – Menjomblo dan menyendiri memang tidak mengenakkan. Sebab selain bikin suasana hati jadi resah serta kesepian. Nah kesepian berpeluang terkena penyakit sistem metabolik, seperi diabetes. Sebuah penelitian terhadap orang dewasa yang lebih tua di Inggris menemukan bahwa orang yang kesepian lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2, terlepas dari faktor risiko lain seperti merokok, konsumsi alkohol, dan berat badan.

Kesepian, di mana kebutuhan sosial seseorang tidak terpenuhi, mungkin akan meningkat. Sebuah laporan baru-baru ini menemukan bahwa hampir separuh orang di Amerika Serikat terkadang atau selalu merasa sendirian.

Kesepian bahkan lebih umum di kalangan generasi muda, dengan hampir 80% Generasi Z dan lebih dari 70% generasi milenial mengalami hal tersebut.

Beberapa orang percaya bahwa teknologi dapat berperan dalam perasaan kesepian di antara generasi muda, dengan media sosial dan bentuk komunikasi online lainnya yang semakin menggantikan hubungan manusia yang asli.

Selain dampak emosional negatif dari perasaan terisolasi, kesepian juga merupakan risiko utama bagi kesehatan fisik. Penelitian telah mengaitkan kesepian dengan penyakit jantung koroner dan menemukan bahwa kesepian mungkin merupakan ancaman kesehatan yang lebih besar daripada obesitas.

Sebuah penelitian yang dipublikasi dalam Jurnal Diabetlogia dan dikutip Science Daily (18/9/2020) menunjukkan bahwa orang yang kesepian memiliki risiko kematian yang lebih tinggi daripada orang yang tidak merasa sendirian.

Sebuah studi baru dari Kings College, London, Inggris, menambah daftar masalah kesehatan yang terkait dengan kesepian, menemukan bahwa orang yang kesepian lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2.

Para peneliti menemukan bahwa kesepian adalah prediktor penting diabetes. Penemuan ini terjadi ketika mereka memperhitungkan faktor pembaur potensial, seperti usia, jenis kelamin, etnis, kekayaan, merokok, aktivitas fisik, berat badan, konsumsi alkohol, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular.

Pada awal riset itu,, tidak ada peserta yang menderita diabetes, dan mereka semua memiliki kadar glukosa darah dalam kisaran yang sehat.

Selama masa tindak lanjut 12 tahun, 264 orang dalam penelitian (kira-kira 6% dari sampel) mengembangkan diabetes tipe 2.

Para peneliti menemukan bahwa tingkat kesepian yang dialami orang-orang pada awal penelitian adalah prediktor yang signifikan tentang siapa yang akan terus mengembangkan diabetes.

“Studi ini juga menunjukkan perbedaan yang jelas antara kesepian dan isolasi sosial, karena isolasi atau hidup sendiri tidak memprediksi diabetes tipe 2, sedangkan kesepian, yang ditentukan oleh kualitas hubungan seseorang,” jelas penulis utama Dr. Ruth Hackett.