<
17 Januari 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ilmuwan AS Kembangkan Vaksin Untuk Penyakit Alzheimer

2 min read
Tim periset pimpinan Chuanhai Cao, PhD, dari University of South Florida Health telah mengembangan vaksin amiloid beta untuk mengatasi penyakit alzheimer atau kepikunan. Menurutnya vaksin itu bisa menghentikan perkembangan penyakit Alzheimer, penyakit neurodegeneratif terkait usia yang paling umum.
vaksin

ARIESKELANACOM – Tim periset pimpinan Chuanhai Cao, PhD, dari University of South Florida Health telah mengembangan vaksin amiloid beta untuk mengatasi penyakit alzheimer atau kepikunan. Menurutnya vaksin itu bisa menghentikan perkembangan penyakit Alzheimer, penyakit neurodegeneratif terkait usia yang paling umum.

Seperti dilansir Science Daily (20/10/2020), mereka melakukan uji praklinis yang menunjukkan bahwa vaksin dendritik antigen dengan respon antibodi spesifik terhadap oligomeric Aβ mungkin lebih aman dan menawarkan manfaat klinis dalam mengobati penyakit Alzheimer.

Vaksin tersebut, yang disebut E22W42 DC, menggunakan sel kekebalan yang dikenal sebagai sel dendritik (DC) yang diisi dengan peptida Aβ yang dimodifikasi sebagai antigen. Hasil studi tersebut

dipublikasikan awal secara online dalam Journal of Alzheimer’s Disease.

Peneliti menyasar pada amiloid beta lantaran salah satu tanda penyebab penyakit ini adalah adanya endapan Aβ yang mengeras yang berkumpul di antara sel-sel saraf (plak protein amiloid) di otak.

“Vaksin terapeutik ini menggunakan sel kekebalan tubuh sendiri untuk menargetkan molekul Aβ beracun yang terakumulasi secara berbahaya di otak,” kata Cao. “Dan, yang terpenting, ini memberikan efek imunomodulator yang kuat tanpa memicu reaksi autoimun terkait vaksin yang tidak diinginkan pada tikus yang menua.”

Studi pra klinis ini memberikanharapan untuk ditindaklanjuti dengan uji klinis. Sejauh ini uji klinis semua pengobatan anti-amiloid untuk penyakit Alzheimer sejauh ini telah gagal – termasuk uji coba vaksin awal yang menargetkan Aβ (AN-1792), yang ditangguhkan pada tahun 2002 setelah beberapa pasien yang diimunisasi mengembangkan peradangan sistem saraf pusat.

“Peradangan adalah gejala utama penyakit Alzheimer, jadi setiap kemungkinan pengobatan dengan peradangan saraf sebagai efek sampingnya pada dasarnya menuangkan gas ke api,” sambung Cao.

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)