<
1 Maret 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Vitamin D Ibu Hamil Bisa Menentukan Intelegensia Anak Yang Dilahirkan

4 min read
Vitamin D merupakan nutrisi penting dan memiliki banyak fungsi penting di dalam tubuh. Selain membantu tulang melakukan regenerasi sel tulang dan menurunkan risiko kematian pada pasien COVID-19, pasokan vitamin D seorang ibu diteruskan ke bayinya dalam kandungan dan membantu mengatur proses termasuk perkembangan otak si bayi.

ARIESKELANACOM – Vitamin D merupakan nutrisi penting dan memiliki banyak fungsi penting di dalam tubuh. Selain membantu tulang melakukan regenerasi sel tulang dan menurunkan risiko kematian pada pasien COVID-19, pasokan vitamin D seorang ibu diteruskan ke bayinya dalam kandungan dan membantu mengatur proses termasuk perkembangan otak si bayi.

Sebuah riset yang dipublikasi dalam The Journal of Nutrition – dan dikutip Science Daily (2/11/2020), menunjukkan bahwa kadar vitamin D ibu selama kehamilan berkaitan dengan IQ anak-anaknya setelah lahir dan dewasa. Studi itu memperlihatkan bahwa kadar vitamin D yang lebih tinggi dalam kehamilan dapat menyebabkan skor IQ masa kanak-kanak yang lebih tinggi. Begitu pun sebaliknya.

Melissa Melough, penulis utama dari Departemen Kesehatan Anak, Perilaku, dan Perkembangan di Seattle Children’s Research Institute, Amerika Serikat, mengatakan kekurangan vitamin D umum terjadi pada populasi umum serta wanita hamil, tetapi mencatat bahwa wanita kulit hitam berisiko lebih besar.

Melough berharap penelitian ini akan membantu penyedia layanan kesehatan mengatasi perbedaan di antara wanita kulit berwarna dan mereka yang berisiko lebih tinggi untuk kekurangan vitamin D.

“Pigmen melanin melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, tetapi dengan menghalangi sinar UV, melanin juga mengurangi produksi vitamin D di kulit. Karena itu, kami tidak terkejut melihat tingginya tingkat kekurangan vitamin D di antara wanita hamil kulit hitam dalam penelitian kami. Meskipun banyak wanita hamil yang mengonsumsi vitamin prenatal, ini mungkin tidak memperbaiki kekurangan vitamin D yang sudah ada, “kata Melough.

“Saya berharap pekerjaan kami membawa kesadaran yang lebih besar untuk masalah ini, menunjukkan implikasi jangka panjang dari vitamin D prenatal untuk anak dan perkembangan neurokognitif mereka, dan menyoroti bahwa ada kelompok tertentu yang harus diperhatikan oleh penyedia. Kadar vitamin D umumnya tidak direkomendasikan, tetapi saya pikir penyedia layanan kesehatan harus memperhatikan mereka yang berisiko lebih tinggi, termasuk perempuan kulit hitam. ”

Menurut Melough, sebanyak 80% wanita hamil kulit hitam di AS mungkin kekurangan vitamin D. Dari wanita yang berpartisipasi dalam penelitian ini, sekitar 46% ibu kekurangan vitamin D selama kehamilan mereka, dan vitamin D tingkat yang lebih rendah di antara wanita kulit hitam dibandingkan dengan wanita kulit putih.

Untuk menghasilkan kesimpulan itu, Melough dan rekan penulisnya menggunakan data dari sebuah kelompok di Tennessee yang disebut studi Kondisi yang Mempengaruhi Perkembangan Neurokognitif dan Pembelajaran di Anak Usia Dini (CANDLE). Peneliti CANDLE merekrut wanita hamil untuk bergabung dalam penelitian yang dimulai tahun 2006 dan mengumpulkan informasi dari waktu ke waktu tentang kesehatan dan perkembangan anak-anak mereka.

Setelah mengendalikan beberapa faktor lain yang terkait dengan IQ, kadar vitamin D yang lebih tinggi dalam kehamilan dikaitkan dengan IQ yang lebih tinggi pada anak-anak usia 4 hingga 6 tahun. Meskipun studi observasional seperti ini tidak dapat membuktikan penyebab, Melough percaya temuannya memiliki implikasi penting dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Kekurangan vitamin D cukup umum,” kata Melough. “Kabar baiknya adalah ada solusi yang relatif mudah. ​​Mendapatkan cukup vitamin D melalui makanan bisa jadi sulit, dan tidak semua orang dapat menutupi celah ini melalui paparan sinar matahari, jadi solusi yang baik adalah dengan mengonsumsi suplemen.”

Asupan vitamin D harian yang direkomendasikan adalah 600 unit internasional (IU). Rata-rata, orang Amerika mengonsumsi kurang dari 200 IU dalam makanan mereka, jadi jika orang tidak membuat celah itu melalui paparan sinar matahari atau suplementasi, Melough mengatakan orang mungkin akan kekurangan. Makanan yang mengandung tingkat vitamin D yang lebih tinggi termasuk ikan berlemak, telur, dan sumber yang diperkaya seperti susu sapi dan sereal sarapan. Namun, Melough mencatat bahwa vitamin D adalah salah satu nutrisi yang paling sulit didapat dalam jumlah yang cukup dari makanan kita.

Diperlukan penelitian tambahan untuk menentukan kadar vitamin D yang optimal dalam kehamilan, tetapi Melough berharap penelitian ini dapat membantu mengembangkan rekomendasi nutrisi untuk ibu hamil. Terutama di antara wanita kulit hitam dan mereka yang berisiko tinggi kekurangan vitamin D, suplementasi dan skrining nutrisi mungkin merupakan strategi yang berdampak untuk mengurangi kesenjangan kesehatan.

Poin-poin penting

Melough mengatakan ada tiga poin penting dari penelitian ini:

Kekurangan vitamin D sering terjadi selama kehamilan, dan wanita kulit hitam berisiko lebih besar karena pigmen melanin di kulit mengurangi produksi vitamin D
Kadar vitamin D yang lebih tinggi di antara ibu selama kehamilan dapat meningkatkan perkembangan otak dan meningkatkan skor IQ anak
Skrining dan suplementasi nutrisi dapat memperbaiki kekurangan vitamin D bagi mereka yang berisiko tinggi dan meningkatkan fungsi kognitif pada keturunannya
“Saya ingin orang tahu bahwa ini masalah umum dan bisa mempengaruhi perkembangan anak,” kata Melough. “Kekurangan vitamin D dapat terjadi bahkan jika Anda makan makanan yang sehat. Terkadang itu terkait dengan gaya hidup kita, pigmentasi kulit atau faktor lain di luar kendali kita.”

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)