<
2 Maret 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Hati-hati, Pil KB Bisa Mengerutkan Hipotalamus di Otak

2 min read
Studi terbaru yang dilakukan ilmuwan Pusat Medis Montefiore di New York City, Amerika Serikat menunjukkan dampak baru bagi pengguna pil KB, Menurut studi tadi, pil KB bisa mengerutkan hipotalamus di otak.
Otak

ARIESKELANACOM – Pil kontrasepsi atau di sini dikenal sebagai pil KB (Keluarga Berencana) merupakan salah satu sarana untuk mencegah kehamilan bagi pasangan yang sudah menikah yang ingin menunda kehamilan. Pil ini selain memberikan harapan juga mengundang risiko. Beberapa riset sebelumnya, pil ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, kanker ovarium, dan sebagainya pada wanita.

Nah studi terbaru yang dilakukan ilmuwan Gruss Magnetic Resonance Research. Pusat di Fakultas Kedokteran Albert Einstein dan direktur medis Layanan MRI (magnetic resonance imaging) di Pusat Medis Montefiore di New York City, Amerika Serikat menunjukkan dampak baru bagi pengguna pil KB.

Dalam riset terhadap otak pemakai pil tadi, mereka menemukan bahwa wanita yang menggunakan kontrasepsi oral, umumnya dikenal sebagai pil KB, memiliki volume hipotalamus yang jauh lebih kecil, dibandingkan dengan wanita yang tidak meminum pil tersebut. Studi itu dipresentasikan pada pertemuan tahunan Radiological Society of North America, yang dikutip oleh Science Daily, awal Desember 2020 silam.

Terletak di dasar otak di atas kelenjar pituitari, hipotalamus menghasilkan hormon dan membantu mengatur fungsi tubuh yang penting termasuk suhu tubuh, suasana hati, nafsu makan, dorongan seks, siklus tidur, dan detak jantung.

Sebelumnya belum ada studi yang mengaitkan pil kontrasepsi dengan otak. Namun menurut si peneliti, ini mungkin sebagian karena metode yang divalidasi untuk menganalisis secara kuantitatif ujian MRI hipotalamus belum tersedia.

“Ada kekurangan riset tentang efek kontrasepsi oral pada bagian kecil tapi penting dari otak manusia yang hidup,” kata Michael L. Lipton, salah satu periset di lembaga tersebut. “Kami memvalidasi metode untuk menilai volume hipotalamus dan mengkonfirmasi, untuk pertama kalinya, bahwa penggunaan pil kontrasepsi oral saat ini dikaitkan dengan volume hipotalamus yang lebih kecil.”

Kontrasepsi oral adalah salah satu bentuk kontrasepsi paling populer dan juga digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi, termasuk menstruasi tidak teratur, kram, jerawat, endometriosis, dan sindrom ovarium polikistik.

Menurut laporan 2018 dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Pusat Statistik Kesehatan Nasional, dari 2015 hingga 2017 sekitar 47 juta wanita berusia 15-49 di AS melaporkan penggunaan kontrasepsi saat ini. Dari jumlah tersebut, 12,6% menggunakan pil.

Dalam studinya, Lipton dan koleganya merekrut sekelompok 50 wanita sehat, termasuk 21 wanita yang menggunakan kontrasepsi oral. Semua 50 wanita menjalani MRI otak, dan pendekatan yang divalidasi digunakan untuk mengukur volume hipotalamus.

“Kami menemukan perbedaan dramatis dalam ukuran struktur otak antara wanita yang menggunakan kontrasepsi oral dan yang tidak,” ujar Lipton. “Studi awal ini menunjukkan hubungan yang kuat dan harus memotivasi penyelidikan lebih lanjut tentang efek kontrasepsi oral pada struktur otak dan potensi dampaknya pada fungsi otak.”

 

error: Maaf Jangan Dicopy ya:)