<
25 Juli 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Di Bulan Puasa Ini, Anak Perlu Mendapat Nutrisi Yang Baik dan Tepat

3 min read
Orang tua tidak perlu takut daya tahan tubuh anak menurun saat berpuasa, selama anak dipastikan mendapatkan asupan nutrisi yang memadai saat sahur dan berbuka puasa. Anak perlu diberikan nutrisi yang mengandung prebiotik dan probiotik.
anak minum susu

anak minum susu

ARIESKELANACOM – Hari ini (13/4/2021) masyarakat Indonesia memasuki bulan suci Ramadan 1442 H pada pertengahan April 2021. Meskipun Ramadan tahun ini masih dilaksanakan di tengah kondisi pandemi COVID-19, kondisi ini tidak menyurutkan umat Islam beribadah, sambil mengajak dan mengajarkan manfaat berpuasa pada anak-anak.

Namun beberapa orang tua memiliki kekhawatiran akan menurunnya daya tahan tubuh anak selama berpuasa dan tidak mampu melawan kuman dan virus penyakit. Ditemui di kantornya, dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals menjelaskan bahwa orang tua tidak perlu takut daya tahan tubuh anak menurun saat berpuasa, selama anak dipastikan mendapatkan asupan nutrisi yang memadai saat sahur dan berbuka puasa.

“Kunci utama menjaga anak tetap bugar dan daya tahan tubuhnya tetap kuat adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Saat puasa di tengah pandemi COVID-19, orang tua bisa menerapkan pola makan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak saat sahur dan berbuka puasa,” kata Muliaman dalam rilisnya yang diterima OBATDIGITAL.

Terkait daya tahan tubuh anak, riset menunjukkan bahwa orang tua saat ini memang sudah semakin menyadari efek positif nutrisi pada kesehatan dan daya tahan tubuh anak mereka, termasuk kesadaran akan pentingnya asupan nutrisi yang sehat.

Survei daring Morinaga Chil*Go! di akhir Februari 2021 menunjukkan hampir 85% ibu di Indonesia menjadikan asupan nutrisi menjadi prioritas mereka selama pandemi COVID-19, dan bahkan lebih dari 86% mengaku sangat ketat memastikan asupan makanan bergizi seimbang untuk anak setiap hari.

“Pada saat berpuasa atau belajar puasa, anak tetap membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan nutrisi mikro (vitamin dan mineral) agar setiap proses biologis yang terjadi dalam tubuhnya dapat berjalan dengan optimal. Penting bagi orang tua memastikan agar anak mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkannya pada saat sahur dan berbuka puasa,” lanjut dr. Muliaman.

Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan sedangkan prebiotik adalah sejenis serat yang menjadi sumber makanan bakteri baik termasuk probiotik agar bisa tumbuh, berkembang dan bekerja dengan efisien.

Saat pemberian prebiotik, kadar bakteri dalam saluran pencernaan menjadi seimbang, sehingga nutrisi yang diperoleh tubuh dapat diserap dengan baik dan juga bisa merangsang sistem imunitas tubuh. Penyerapan nutrisi yang baik kemudian bisa membuat sistem kekebalan tubuh anak bekerja dengan optimal, meskipun anak sedang belajar berpuasa, baik setengah hari, maupun seharian penuh bagi anak yang sudah lebih besar.

Salah satu jenis prebiotik yang diakui secara ilmiah adalah serat pangan inulin. Secara alami, serat pangan inulin dapat ditemukan pada berbagai buah-buahan, sayuran, umbi-umbian seperti Chicory Root.

“Efek menguntungkan serat pangan inulin terutama berperan di usus besar. Usus adalah organ terbesar untuk membantu sistem pertahanan tubuh. Manfaat inulin sebagai nutrisi yang esensial selain untuk kesehatan saluran cerna dan imunitas tubuh juga dapat berdampak positif pada kesehatan di kemudian hari yaitu mengurangi risiko obesitas, penyakit radang usus, dan alergi,” sambung Muliaman.

Prebiotik di dalam serat pangan inulin juga membantu penyerapan kalsium dan mendorong kepadatan tulang, serta mengatur rasa kenyang. Nutrisi inilah yang perlu ada dalam menu makanan anak sehari-hari, terutama saat anak belajar berpuasa atau sedang berpuasa.

%d blogger menyukai ini: