Penderita Alergi Jangan Takut Vaksin COVID-19, Ini Panduannya


ARIESKELANACOM – Selama ini informasi mengenai vaksinasi COVID-19 lebih banyak diberitakan soal reaksi penggumpalan darah. Padahal reaksi alergi juga banyak terjadi pada peserta vaksinasi COVID-19. Dan belum banyak informasi panduan mengenai hal tersebut.

Namun sebentar lagi ada panduan tersebut. Itu setelah pada akhir tahun 2020, para ahli yang dipimpin oleh ahli penyakit alergi di Rumah Sakit Umum Massachusetts (MGH), Amerika Serikat, memeriksa semua informasi terkait kemungkinan reaksi alergi terhadap vaksinasi COVID-19.

Mereka kini telah menerbitkan wawasan terbaru berdasarkan pengalaman mereka mengawasi lebih dari 65.000 karyawan yang telah divaksinasi penuh sejak saat itu. Temuan terbaru kelompok ini diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology: In Practice.

“Tujuan utama kami adalah memungkinkan sebanyak mungkin orang menerima vaksin COVID-19 dengan aman dan menghindari keraguan vaksin yang tidak perlu karena kurangnya pengetahuan seputar reaksi alergi terhadap vaksin,” kata ketua tim peneliti Aleena Banerji, yang menjabat sebagai direktur klinis dari Unit Alergi dan Imunologi Klinik di MGH.

Selain panduan terbaru tentang vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna COVID-19, panduan ini juga mencakup vaksin Janssen COVID-19, yang belum diizinkan untuk penggunaan darurat pada akhir tahun 2020.

Dengan data klinis tambahan dan otorisasi vaksin COVID-19 ketiga di Amerika Serikat, para peneliti mengusulkan pendekatan yang dimodifikasi untuk evaluasi pasien dengan riwayat alergi. Ini termasuk pertanyaan awal yang jelas dan sederhana untuk mengidentifikasi individu yang memenuhi syarat untuk semua vaksin COVID-19 tanpa memerlukan evaluasi ahli alergi.

“Dengan lebih banyak waktu dan pengalaman, kami dapat secara signifikan mempersempit kelompok pasien dengan alergi sebelumnya yang memerlukan penilaian alergi sebelum vaksinasi COVID-19,” kata prekan Banerji seperti dilansir Science Daily (19/4/2021).

“Kami sekarang menyarankan bahwa hanya individu langka yang baru-baru ini mengalami reaksi alergi parah terhadap polietilen glikol, bahan dalam vaksin, temui ahli alergi atau imunologi untuk evaluasi, yang mungkin termasuk pengujian kulit.” Orang dengan alergi parah terhadap makanan, obat-obatan oral, lateks, sengatan lebah atau racun dapat dengan aman menerima vaksin COVID-19.

Tim mencatat bahwa reaksi alergi parah terhadap vaksin tetap sangat jarang. Klinik vaksin harus terus mengamati individu yang berisiko lebih tinggi selama 30 menit setelah vaksinasi, dan mereka harus memiliki staf yang terlatih dalam mengenali dan mengelola reaksi alergi yang mungkin terjadi.