Ingat, Vaksinasi Bukan Jaminan Kebal dari COVID-19, Ini Alasannya


ARIESKELANACOM – Banyak orang sudah diminta dan menjalani dua kali suntik vaksin COVID-19. Namun setelah itu, mereka masih terkena COVID-19. Salah satunya anggota DPR dari Partai Gerindra Fadli Zon, yang kini terpapar virus mematikan. Jadi, meski sudah disuntik vaksin COVID-19 nyatanya tidak menjadi jaminan kebal terhadap penularan virus. Risiko terpapar virus COVID-19 masih ada meski sudah divaksin. dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) per 30 April 2021 ada 1.155 dari 101 juta orang yang terpapar virus COVID-19 dengan intensitas yang fatal pasca vaksinasi di Amerika Serikat. Rata-rata kasus penularan pasca vaksinasi yang disebut breakthrough infection tersebut berasal dari varian baru COVID-19.

CDC juga menyebutkan, varian baru COVID-19 B.1.1.7 asal Inggris menjadi salah satu kasus tertinggi penyebab breakthrough infection hingga mencapai angka 65 persen. Selain itu disusul varian California B.1.429 sebanyak 25 persen, B.1.427 sebanyak 8 persen, varian asal Brazil P.1 sebanyak 8 persen serta varian B.1.351 dari Afrika Selatan sebanyak 4 persen.

Peneliti Pavitra Roychoudhury menjelaskan, varian virus COVID-19 yang saat ini tengah menjadi perhatian yaitu varian genetik yang memperlihatkan peningkatan penularan. Selain itu, juga varian yang menunjukkan gejala yang lebih parah dari varian sebelumnya.

“Infeksi ini dapat menyebabkan penyebaran varian yang mengkhawatirkan, terutama di daerah dengan tingkat vaksinasi rendah,” papar Pavitra Roychoudhury dikutip dari Republika seperti dilansir dari laman Best Life (30/5/2021).

Lebih lanjut Pavitra Roychoudhury menegaskan, varian yang saat ini sedang difokuskan dalam penelitian termasuk varian yang menunjukkan penurunan netralisasi oleh antibodi yang ditimbulkan oleh infeksi atau vaksinasi yang terjadi sebelumnya. Kemudian ditelaah juga terkait kegagalan dalam proses diagnostik maupun penurunan efektivitas pengobatan.