Riset Obat Ivermectin Terus Dilakukan, Tunggu Rekomendasi BPOM  

teknologi baru supaya anak bisa menelan obat

ARIESKELANACOM – Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan tengah merampungkan studi lanjutan obat Ivermectin sebagai pengobatan COVID-19. Menurutnya, studi lanjutan ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain Kemenkes dan BPOM, dukungan terhadap penelitian obat ini juga datang dari Satgas Penanganan COVID-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menuturkan, sampai saat ini penelitian terkait penemuan dan obat-obatan dan upaya terapetik terus dilakukan dan berkembang hasilnya. Penggunaannya harus dibawah rekomendasi dari dokter berdasarkan hasil observasi indikasi tertentu.

“Untuk itu bagi daerah-daerah yang telah menerima bantuan obat ini agar tidak sembarangan menggunakannya kepada pasien COVID-19. Satgas mengimbau kepada pemerintah daerah yang telah menerima bantuan pengobatan Ivermectin, untuk memastikan penggunaannya sesuai yang direkomendasikan. Daerah agar memastikan penggunaannya sesuai rekomendasi Badan POM,” ucap Wiku melalui rilis Satgas COVID-19, Sabtu (12/06/2021).

Seperti diberitakan OBATDIGITAL, obat antiparasit yang dianggap dapat digunakan untuk memulihkan kondisi pasien COVID-19, mulai diproduksi di Indonesia. Prosesnya dilakukan oleh perusahaan farmasi PT Harsen Laboratories.

Vice President PT Harsen Laboratories Sofia Koswara menuturkan, obat tersebut telah teruji khasiatnya di India. Berhasil menurunkan tingkat kematian akibat COVID-19 sebesar 25%. Kasus terinfeksi yang memuncak 28,395 orang pada 20 April lalu berkurang secara drastis menjadi 6.430 orang pada 15 Mei.