<
25 Juli 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Tes Darah Dapat Deteksi Risiko Kekambuhan pada Pasien Kanker Kandung Kemih

2 min read
Sebuah riset yang dipimpin oleh Profesor Tom Powles dari Queen Mary University of London menemukan, tes darah dapat mendeteksi sejumlah kecil DNA kanker yang bersirkulasi. Hal ini membantu untuk mengetahui risiko kekambuhan pada pasien kanker, sehingga dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat pada pasien kanker kandung kemih setelah operasi.
Setetes darah Bisa deteksi kanker

Setetes darah Bisa deteksi kanker (Foto: verywellmind.com)

ARIESKELANACOM – Sebuah riset yang dipimpin oleh Profesor Tom Powles dari Queen Mary University of London menemukan, tes darah dapat mendeteksi sejumlah kecil DNA kanker yang bersirkulasi. Hal ini membantu untuk mengetahui risiko kekambuhan pada pasien kanker, sehingga dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat pada pasien kanker kandung kemih setelah operasi.

Studi ini menunjukkan, pasien kanker kandung kemih memiliki DNA kanker dalam darah dan memungkinkan terjadi kekambuhan. Umumnya, tenaga medis memberikan pengobatan imunoterapi yang disebut atezolizumab.

Ternyata, pengobatan dengan atezolizumab tidak sepenuhmya mampu meningkatkan kelangsungan hidup pasien karena masih terdapat potensi tanda-tanda kanker ditemukan. Oleh karena itu, diperlukan pengecekan tes darah secara rutin.

Profesor Onkologi dari Queen Mary’s Barts Cancer Institute, Tom Powles mengatakan, temuan baru ini memperlihatkan Circulating tumor DNA (ctDNA) sebagai penanda penyakit residual dan respon tubuh terhadap obat atezolizumab.

“Kami juga menemukan pengukuran ctDNA lebih akurat daripada radiologi tradisional dalam mengidentifikasi kekambuhan penyakit. Temuan ini dapat mengubah pemahaman kita tentang perawatan kanker pasca-bedah,”tuturnya dilansir dari MedicalXPress, Senin (21/06/2021).

Cara ini dapat mengatasi kesulitan untuk menentukan pasien yang mengalami Minimal Residual Diseases (MRD) atau jumlah sel kanker yang tersimpan dalam tubuh. Deteksi ctDNA setelah operasi dapat mengatasi keterbatasan klinis dan memungkinkan identifikasi awal pasien dengan MRD.

%d blogger menyukai ini: