<
25 Juli 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Menurut Studi Terbaru, Pasien Kanker Payudara Merasa Puas Diterapi Komplementer

2 min read
Studi terbaru telah dilakukan 115 ahli onkologi klinis terhadap 164 pasien kanker payudara. Hasilnya, mayoritas ahli onkologi dan pasien memercayai akses obat komplementer dapat meningkatkan kualitas hidup.
Hormon stres pacu penyebaran kanker payudara

Hormon stres pacu penyebaran kanker payudara (Foto: ecnomictimes.indiatimes.com}

ARIESKELANACOM – Berdasarkan data American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2021, hampir tiga perempat pasien kanker payudara menggunakan satu atau lebih pengobatan komplementer.  Direktur Eksekutif Program Kesehatan Integratif di Samueli Foundation, Wayne Jonas menuturkan, pengobatan konvensional dapat gagal menyembuhkan pasien. Oleh karena itu, dibutuhkan pengobatan komplementer sebagai pengobatan integratif.

Praktiknya terbukti meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan selama pengobatan kanker. Studi terbaru telah dilakukan 115 ahli onkologi klinis terhadap 164 pasien kanker payudara. Hasilnya, mayoritas ahli onkologi dan pasien memercayai akses obat komplementer dapat meningkatkan kualitas hidup.

Sedangkan sebagian besar pasien berpikir, perawatan tersebut meningkatkan hasil kesehatan. Sebagian besar pasien, 73% yang disurvei melaporkan, mengakses satu atau lebih jenis pengobatan komplementer.

Meski terdapat pengecualian, ahli onkologi dan pasien tidak menyetujui efektivitas praktik tertentu. Pasien melaporkan, ahli onkologi mereka kurang merekomendasikan layanan spiritual dan meditasi. Mereka lebih fokus pada konsultasi nutrisi, kelompok pendukung, dukungan psikologis, dan olahraga.

Studi ini menunjukkan tingkat kepercayaan pasien kepada pengobatan komplementer. Tentunya berdasarkan saran dari ahli onkologi.

“Ahli onkologi dan institusi tempat mereka berlatih harus mencari metode untuk mendidik dan memaparkan pasien pada berbagai terapi komplementer. Terutama mengenai gaya hidup yang aman dan efektif untuk menemukan terapi yang paling membantu pasien mereka,” ucap tim riset Terri Crudup, dilansir dari Cancer Health, Senin (29/06/2021).

 

OBATDIGITAL– Berdasarkan data American Society of Clinical Oncology (ASCO) 2021, hampir tiga perempat pasien kanker payudara menggunakan satu atau lebih pengobatan komplementer.  Direktur Eksekutif Program Kesehatan Integratif di Samueli Foundation, Wayne Jonas menuturkan, pengobatan konvensional dapat gagal menyembuhkan pasien. Oleh karena itu, dibutuhkan pengobatan komplementer sebagai pengobatan integratif.

Praktiknya terbukti meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan selama pengobatan kanker. Studi terbaru telah dilakukan 115 ahli onkologi klinis terhadap 164 pasien kanker payudara. Hasilnya, mayoritas ahli onkologi dan pasien memercayai akses obat komplementer dapat meningkatkan kualitas hidup.

Sedangkan sebagian besar pasien berpikir, perawatan tersebut meningkatkan hasil kesehatan. Sebagian besar pasien, 73% yang disurvei melaporkan, mengakses satu atau lebih jenis pengobatan komplementer.

Meski terdapat pengecualian, ahli onkologi dan pasien tidak menyetujui efektivitas praktik tertentu. Pasien melaporkan, ahli onkologi mereka kurang merekomendasikan layanan spiritual dan meditasi. Mereka lebih fokus pada konsultasi nutrisi, kelompok pendukung, dukungan psikologis, dan olahraga.

Studi ini menunjukkan tingkat kepercayaan pasien kepada pengobatan komplementer. Tentunya berdasarkan saran dari ahli onkologi.

“Ahli onkologi dan institusi tempat mereka berlatih harus mencari metode untuk mendidik dan memaparkan pasien pada berbagai terapi komplementer. Terutama mengenai gaya hidup yang aman dan efektif untuk menemukan terapi yang paling membantu pasien mereka,” ucap tim riset Terri Crudup, dilansir dari Cancer Health, Senin (29/06/2021).

%d blogger menyukai ini: