<
25 Juli 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Bagi Yang Mau Vaksin COVID-19 Dosis Kedua, Hati-hati Dengan Efek Samping Ini

2 min read
Vaksinasi COVID-19 tengah digalakkan di Indonesia. Sampai 2 Juli 2021, menurut data dari covid19.go.id, sebanyak 30,2 juta orang sudah menjalani suntikan pertama, dan sebanyak 13,6 juta sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. Vaksinasi gencar di tengah merebaknya kasus COVID-19 yang menurut data per 2 Juli ini sudah menembus angka 25.000 lebih.
ARIESKELANACOM – Vaksinasi COVID-19 tengah digalakkan di Indonesia. Sampai 2 Juli 2021, menurut data dari covid19.go.id, sebanyak 30,2 juta orang sudah menjalani suntikan pertama, dan sebanyak 13,6 juta sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. Vaksinasi gencar di tengah merebaknya kasus COVID-19 yang menurut data per 2 Juli ini sudah menembus angka 25.000 lebih. Namun di tengah vaksinasi itu, ada peringatan yang perlu mendapat perhatian bagi orang yang akan menjalani vaksinasi dosis kedua. Peringatan itu datang dari studi yang dipublikasikan dalam Jurnal JAMA Cardiology yang disiarkan Pharmacy Times (2/7/2021). Di situ ditemukan bahwa meskipun jarang terjadi, radang otot jantung terjadi pada pria muda usai menjalani vaksinasi COVID-19. Radang otot jantung atau miokarditis bisa menimbulkan kerusakan jantung yang bisa berisiko kematian. Walakin, beberapa penelitian terbaru menunjukkan miokarditis hipersensitivitas adalah reaksi merugikan yang jarang terjadi terhadap vaksinasi COVID-19 yang harus diwaspadai oleh profesional perawatan kesehatan. Studi yang digelar Lelie Cooper, Ketua Departemen Kardiologi, Mayo Clinic, Florida, Amerika Serikat (AS) itu meninjau 23 pria di militer AS yang dirawat di rumah sakit dengan gejala miokarditis antara Januari dan April 2021 dalam waktu 4 hari setelah diberi dosis kedua vaksin mRNA COVID-19. Tiga pasien sebelumnya telah terinfeksi COVID-19, dan gejalanya muncul setelah dosis awal. Namun, para peneliti menekankan bahwa 23 kasus ini harus dikontekstualisasikan oleh administrasi militer lebih dari 2,8 juta dosis vaksin messenger RNA COVID-19 pada waktu itu. “Orang-orang dari segala usia harus memilih untuk mendapatkan vaksin COVID-19 karena risikonya sangat rendah dibandingkan dengan manfaatnya,” kata Leslie Cooper, dalam siaran pers. “Selain itu, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa miokarditis terkait vaksin sembuh dengan cepat di hampir semua kasus.” Studi kasus observasional kedua yang ditinjau oleh para peneliti mengikuti 8 pria berusia antara 21 dan 56 tahun yang dirawat di rumah sakit dengan nyeri dada dalam 2 hingga 4 hari setelah menerima dosis kedua vaksin COVID-19, dan yang didiagnosis menderita miokarditis oleh laboratorium dan MRI jantung. Satu pasien sebelumnya telah pulih dari COVID-19, dan gejalanya dimulai setelah dosis pertama. Semua 8 pasien pulih dari efek miokarditis dan tidak lagi menderita nyeri dada pada saat peninjauan. “Miokarditis hipersensitivitas setelah vaksinasi jarang terjadi, kecuali vaksin cacar,” kata Cooper. “Risiko miokarditis setelah menerima vaksin mRNA jauh lebih kecil daripada risiko miokarditis setelah infeksi COVID-19 yang sebenarnya.”
%d blogger menyukai ini: