<
25 Juli 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Ilmuewan AS Bilang, Pigmentasi Kulit Bisa Cegah Kanker Kulit, Percaya?

2 min read
Ilmuwan Rumah Sakit Umum Massachusetts (MGH) Amerika Serikat, membuat terobosan mekanisme pigmentasi kulit untuk pencegahan kanker. Penggelapan warna kulit sebagai bentuk pertahanan dari ultraviolet (UV), karena peran produksi melanin atau pigmen yang melindungi kulit. Selain itu, menghambat melalui penggunaan obat dan salep yang berpotensi mengurangi kanker kulit.

ARIESKELANACOM – Ilmuwan Rumah Sakit Umum Massachusetts (MGH) Amerika Serikat, membuat terobosan mekanisme pigmentasi kulit untuk pencegahan kanker. Penggelapan warna kulit sebagai bentuk pertahanan dari ultraviolet (UV), karena peran produksi melanin atau pigmen yang melindungi kulit. Selain itu, menghambat melalui penggunaan obat dan salep yang berpotensi mengurangi kanker kulit.

“Pigmentasi kulit itu penting karena memberikan perlindungan utama terhadap kanker kulit yang ganas. Orang berpigmen gelap lebih terlindungi dari radiasi UV, sementara orang dengan kulit cerah malah berisiko terkena kanker kulit,” ujar Kepala Departemen Dermatologi MGH, David Fisher, dilansir dari MedicalXpress, Selasa (06/07/2021).  

Menurutnya, enzim pembuat melanin, mengoksidasi asam amino tirosin dalam melanosom (kompartemen sintesis dan penyimpanan sel) yang sebagian besar diatur oleh ekspresi gen. Jumlah melanin yang diproduksi, sebagian besar diatur oleh mekanisme kimia.

 Untuk mengatasi ini, dilakukan penelitian, enzim mitokondria dalam sel, memiliki kemampuan mengubah pigmentasi kulit. Enzim tersebut adalah nicotinamide nucleotide transhydrogenase, atau NNT. Para peneliti menemukan, inhibitor molekul NNT mengakibatkan penggelapan kulit pada kulit dengan penurunan fungsi NNT menunjukkan peningkatan pigmentasi bulu.

Untuk menguji penemuan mereka, mereka memaparkan kulit dengan radiasi UV. Hasilnya, kulit dengan pigmen yang lebih gelap memang terlindungi dari kerusakan DNA yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet.

“Kami bangga dengan penemuan mekanisme pigmentasi terbaru ini. Tujuan utamanya, untuk meningkatkan strategi pencegahan kanker kulit dan menawarkan pilihan pengobatan baru yang efektif bagi jutaan orang yang menderita kelainan pigmentasi,” tutur peneliti MGH, Elisabeth Roider.

%d blogger menyukai ini: