<
25 Juli 2021

AriesKelanaCom

Info Dokter dan Pusat Layanan Kesehatan

Mulai 12 Juli, Kimia farma Layani Vaksinasi Berbayar, Dimana Saja Lokasinya?

2 min read
Untuk melayani peserta vaksinasi individu, Kimia Farma membuka layanan vaksinasi berbayar buat individu. Kementerian Kesehatan merestui sedangkan Faisal Basri mengritiknya.
ARIESKELANACOM – Untuk mendapatkan vaksin CVID-19 gratis, memang bukan perkara gampang, apalagi tidak difasilitasi perusahaan atau lembaga lain. Untuk mendapatkan giliran harus mendaftar dulu atau rela antre berjam-jam di lokasi vaksinasi dengan risiko terpapar dengan calon penerima vaksin lainnya. Tapi jangan kawatir bisa diminimalisir asal mau mengeluarkan duit dari kantong sendiri. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menunjuk beberapa apotek yang menyediakan fasilitas vaksinasi berbayar. Lokasinya sejauh ini baru di Jakarta. Calon yang akan memvaksin, harus mendaftar online, kemudian harus mengeluarkan biaya total sekitar Rp879.140 untuk dua dosis. Vaksin itu digolongkan sebagai vaksin gotong royong dan mulai beroperasi pada 12 Juli mendatang. Pelaksana Tugas Direktur Utama KFD Agus Chandra menyatakan, lokasi awal Individu dilakukan di dua tempat yaitu Klinik KFD Pulo Gadung Jakarta Timur dan KFD Senen Jakarta Pusat sekaligus untuk melihat kesiapan di lapangan. Calon peserta vaksinasi nantinya akan mengikuti prosedur yang segera dipublikasikan dengan biaya sesuai yang ditetapkan Pemerintah. “Selain Jakarta di dua klinik di Pulo Gadung dan Senen, mulai Senin depan, 6 klinik lainnya, yaitu KF Blok M (Jakarta), KF Supratman (Bandung), KF Citarum (Semarang), KF Sukoharjo (Solo), KF Sedati (Surabaya) dan KF Batubulan (Bali) siap memberi pelayanan. Total kapasitas VGR individu dari 8 klinik ini sebanyak 1.700 peserta per hari,” katanya seperti dikutip Tempo.co (11/7/2021). Namun kapasitas penyediaan vaksin terbatas. Jakarta KF Senen misalnya cuma 200 orang per hari. Bandung KF Supratman 200 orang per hari, Kemudian di Bali KF Batu bulan 100 orang per hari. Yang mengelola vaksin itu adalah PT Kimia Farma Diagnostik. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan membolehkan praktik semacam itu. Itu tertuang lewat penetapan tarif vaksin individu melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19 yang merupakan perubahan kedua atas Permenkes Nomor 10 Tahun 2021. “Iya (berbayar), bisa diakses individu,” kata juru bicara vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi.
%d blogger menyukai ini: